SUMENEP, koranmadura.com – Sebanyak 31.226 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau kartu yang bisa dipakai untuk penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) murni di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum tersalurkan kepada para keluarga penerima manfaat (KPM).
Data itu berdasarkan laporan yang diterima Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep dari Cabang Bank Mandiri setempat per 6 Januari 2020, sebagaimana disampaikan Kabid Penaganan Fakir Miskin Dinsos Sumenep, Moh. Zaini.
“Sesuai ketentuan atau berdasarkan surat dari Kemensos itu, distribusi itu terakhir 31 Desember 2019. Mestinya di tanggal itu sudah tersebar semua,” ungkapnya, Kamis, 23 Januari 2020.
Baca: Penyaluran BPNT Amburadul, Mahasiswa juga Demo Bank Mandiri Sumenep
Dia menjelaskan, salah satu faktor masih banyaknya KKS tidak terdistribusi kepada KPM ialah ada sebagian penerima manfaat tidak didatangkan saat penyaluran KKS karena banyak hal. “Sehingga dari yang diundang, misalnya, 300 atau 400, yang datang hanya 40 sampai 50 orang,” tambah dia.
Faktor lainnya karena ada sebagian desa di lingkungan kabupaten paling timur Pulau Madura ini yang menyampaikan ketidaksiapannya.
“Kalau desa sudah menyampaikan tidak siap, ya sudah. Mau bagaimana lagi, walaupun sebenarnya sudah kami jadwal,” ungkap dia. Hanya saja, terkait hal ini, Zaini tidak menyampaikan desa apa yang menyampaikan ketidaksiapannya.
Baca: Penyaluran BPNT Dinilai Amburadul, Dinsos Sumenep Tak Menampik Kualitas Beras di Bawah Standar
Namun demikian, lanjut dia, jika kartu tersebut sudah tersalurkan, para penerima manfaat tetap bisa menikmati bantuan tersebut dari pertama kali disalurkan atau bisa dirapel pencairannya.
“Artinya tergantung SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) yang dibuat oleh Kemensos. Kalau misalnya terbayar sejak Oktober, yang (dirapel) mulai dari Oktober. Kalau dari September, yang mulai dari September,” ujarnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)