SAMPANG, koranmadura.com – Sepanjang 2019, puluhan penerima bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, sudah terlepas dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) karena telah mampu.
Supervisor PKH Kabupaten Sampang Risky Mugi Prihalim menyatakan, sebanyak 40 dari total 71.343 KPM di wilayahnya telah dilakukan graduasi dengan klasifikasi yang berbeda-beda. Adapun rinciannya yaitu graduasi mampu 25 KPM, graduasi mandiri 1 KPM dan graduasi sejahtera mandiri 14 KPM.
“Di Sampang, penerima PKH yang digraduasi selama 2019 yaitu 40 orang. Terbanyak KPM yang digraduasi yaitu di Kecamatan Torjun sebanyak 9 KPM. Sisanya tersebar di tujuh Kecamatan lainnya,” tuturnya, Jumat, 3 Januari 2020.
Lanjut Mugi sapaan akrab Risky Mugi menjelaskan, graduasi sendiri dilakukan ketika penerima manfaat bansos PKH sudah mampu. Adapun klasifikasi graduasi dibagi menjadi tiga macam yaitu di antaranya graduasi alami atau mandiri yaitu terjadi ketika KPM sudah tidak lagi memenuhi komponen penerimaan bansos seperti anaknya sudah lulusan SMA dan sudah tidak ada komponen lainnya.
Kemudian Graduasi mampu yaitu dilakukan ketika kondisi KPM dirasa sudah mampu seperti penerima menerima warisan dan tiba-tiba memiliki rumah yang bagus sehingga KPM kemudian mengajukan mundur dari kepesertaan PKH. Kemudian graduasi mandiri sejahtera.
“Nah graduasi pada klasifikasi ini yaitu KPM mengumpulkan atau menabung uang dari PKH untuk dibuat sebuah usaha seperti menjahit dan semacamnya. Sehingga ketika sudah dirasa mampu, KPM tersebut kemudian mengajukan pelepasan dari kepesertaan KPM,” jelasnya. (MUHLIS/ROS/DIK)