PAMEKASAN, koranmadura.com – Madura United dikenal sebagai spesial tim paling jago di awal musim kompetisi Liga 1 2019. Tim berjuluk Sape Kerrap ini intens tampil konsisten selama putaran pertama, bahkan keluar sebagai juara paruh musim 2016/2017.
Madura United yang dihuni pemain-pemain bintang pada kompetisi Liga 1 2019, tampil meyakinkan di putaran pertama, tetapi performa Greg Nwokolo Cs kembali merosot di putaran kedua. Alhasil, mimpi juara terkubur.
Kini Madura United ditangani pelatih berperestasi, Rachmad Darmawan, RD panggilannya, pernah membawa Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC juara Liga Indonesia.
Ketika disinggung soal Madura United jago awal musim, RD langsung membeberkan siasat agar Madura United keluar dari julukan spesial awal musim.
Langkah awal yang dilakukan pelatih kelahiran Lampung itu mempersiapkan pemain-pemain berkualitas yang sepadan. Tujuannya, agar performa tim konsisten hingga akhir musim.
“Saya sekarang menambal pemain-pemain yang sekiranya memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda. Itu yang kami lakukan,” kata RD, Jumat, 17 Januari 2020.
Selain itu, kata RD, Madura United harus memiliki pemain yang bisa bermain berbagai posisi. Hal itu untuk mengantisipasi adanya pemain yang dipanggil Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
Menurut RD, klub manapun yang memiliki banyak pemain berlabel bintang, tetapi ketika dipanggil Timnas, kekuatan klub tidak lagi sesuai dengan harapan. Ini masalah yang dialami semua klub tanah air.
“Makanya, tahun ini sengaja tidak mengambil banyak pemain berlabel Timnas, tetapi mengambil pemain yang sepadan agar ketika pemain dipanggil Timnas bisa menjadi penggantinya,” teranganya.(RIDWAN/SOE/VEM)