SUMENEP, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mencatat tiga kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masuk zona rawan banjir.
Tiga kecamatan itu diantaranya Kecamatan Lenteng, Kecamatan Batuan dan Kecamatan Saronggi. “Tiga kecamatan itu paling rawan terkena banjir,” kata R. Abd. Rahman Riadi, Kepala BPBD Sumenep, Jumat, 10 Januari 2020.
Baca: Tebing Longsor, Jalan Lingkar Utara Sumenep Ditutup
Menurutnya, bencana banjir bisa datang secara tiba-tiba mengingat banyaknya aliran sungai yang dangkal, sehingga menyebabkan terjadinya bencana banjir.
“Biasanya banjir ini terjadi ketika sudah ada pendangkalan atau penyempitan aliran sungai. Atau bisa juga karena intensitas hujan tinggi,” terangnya.
Selain itu, faktor pendangkalan dan penyempitan karena juga akibat ulah manusia. Seperti membuang sampah bukan pada tempatnya. Sehingga hal tersebut menyebabkan aliran sungai terhambat.
“Sampah itu cukup riskan untuk banjir, jadi masyarakat harus ada kesadaran moral sehingga tidak membuang sampah sembarangan,” terangnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada, karena saat ini telah masuk musim hujan. Sehingga potensi terjadinya bencana seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang kapan saja bisa terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, tetap berhati-hati. Apabila berkendara kemudian hujan berintensitas tinggi, sebaiknya berhentilah. Jika misal angin kencang sebaiknya mencari tempat aman,” jelasnya. (JUNAIDI/SOE/DIK)