SOLO, koranmadura.com – Mempunyai gelar sarjana bukan berarti malu untuk berjualan kaki lima di pinggir jalan. Seperti yang dilakukan Furaida Nur Affifah (23), warga Kepunton, Jebres, Solo dengan berjualan nasi sayur.
Paras cantik dan wajah manisnya pun menjadikannya viral di media sosial. Salah satu akun yang mengunggahnya adalah akun Instagram @jelajahsolo.
Dalam unggahannya pada 13 Januari 2020, akun @jelajahsolo mengunggah ulang dari akun @dolangolekmangan dengan menuliskan caption:
“Kiro2 kowe bakal imbuh ora yen sing ngladeni maem mu mbak e iki ?? 😁
.
Mbak e iki jenenge Afik, iki IG ne yen pengen kenalan (@funaf55), lulusan S1 Manajemen lho, tp sanjange nembe pengen fokus mbantu ibuke dodolan gan 🙏
.
Njajalo rene, warung e sederhana, menune Nasi Sayur sing tiap hari ganti2 menune..lawuh2 yo lumayan pepak..
.
Regane genah murah, 5ewu wis entuk Sego Sayur seporsi
.
Piye..cukup kan sangumu nggo jajan ning kene ?? Langsung gasss
.
📍WARUNG BAROKAH
Alun-alun Kidul Surakarta, cedak Pemadam
⏰Buka, Jam 08.00 – 16.00
💰Harga, Nasi Sayur 5rb
.
Cek video lengkap e ning Youtube e @jelajahsolo ya..link ning bio 😁👌
.
from @dolangolekmangan“
Saat dilihat pukul 16.24 WIB sore ini, unggahan itu mendapat 4.399 likes dan sejumlah komentar netizen. Saat ditemui, Afik sapaan karibnya, berbagi cerita tentang aktivitasnya itu.
Sejak sekitar dua pekan yang lalu, Afik membantu ibunya, Suparti (54) berjualan nasi sayur di tenda kaki lima di kawasan Alun-alun Kidul Keraton Surakarta. Warungnya buka mulai pukul 08.00 WIB hingga habis.
Ada nasi bobor, aneka nasi sayur, berbagai lauk, dan minuman dijajakan Afik bersama ibunya kepada para pembeli.
Rupanya tak hanya menu masakan yang menggugah selera, namun juga paras cantik Afik mencuri perhatian. Itu menjadi kesan bagi pelanggannya hingga diunggah dan viral di media sosial.
“Awalnya saya tidak tahu kalau jadi viral, tiba-tiba saja orange (orangnya) datang dan minta izin untuk merekam. Begitu saja kemudian besoknya viral sampai ke mana-mana,” kata Afik membuka percakapan, Selasa (21/1/2020).
Afik menuturkan, sejak dirinya viral, muncul beragam komentar pro dan kontra. Namun terlepas dari hal itu, ia bersyukur setelah dikenal banyak orang, pelanggan warungnya semakin banyak.
Afik merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Sumidi dan Suparti. Ia lulus sarjana Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Islam Batik (Uniba) Solo pada September 2019 lalu.
Awalnya, Afik membantu ibunya merawat orang lanjut usia atau lansia di rumah. Setelah lansia yang dirawat itu meninggal dunia, Afik dan ibunya memutuskan untuk membuka warung makan dengan gerobak PKL Angkringan di Alun-alun Kidul Surakarta. Sementara ayahnya bekerja sebagai penjual kayu.
Ibu Afik, Suparti mengatakan warung makannya ini menyediakan aneka masakan sayur yang berbeda setiap harinya. Harganya relatif terjangkau, untuk satu porsi nasi dan sayur dihargai Rp 5 ribu.
Suparti menceritakan ada hal lucu ketika datang pembeli dari Salatiga. Pembeli itu hanya mau diladeni oleh Afik.
“Ya saya bilang kalau mau menunggu ya silakan mas, orangnya lagi salat,” kata Suparti.
Salah seorang pembeli, Andaru Putra (25), sengaja datang ke warung Afik untuk membuktikan kabar viral di medsos tersebut.
“Ya awalnya karena melihat posting-an di Instagram karena penjualnya cantik. Sebelumnya lihat di akun Solo tertarik sama harganya, eh ternyata penjualnya juga cantik,” ujarnya. (DETIK.com/ROS/DIK)