SAMPANG, koranmadura.com – Wabah virus corona jenis terbaru atau 2019-nCov saat ini hangat dibicarakan oleh publik dan mulai dikhawatirkan penyebarannya. Pasalnya, virus itu dinilai mirip dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang mewabah pada 2002-2003 lalu.
Menanggapi kondisi ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi mengaku selain melakukan sosialisasi, pihaknya telah melakukan pemberitahuan dengan menyebarkan surat edaran ke semua sarana kesehatan pemerintah dan swasta tentang kewaspadaan penyakit yang ditimbulkan oleh virus tersebut.
“Sudah kami sebarkan surat edaran soal kewaspadaan penyebaran penyakit itu. Tapi yang terpenting kepada masyarakat agar melakukan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga kesehatan diri seperti cuci tangan sebelum makan. Kemudian jangan mendekati daerah wabah atau pasien yang dicurigai,” ujarnya.
Menurutnya, penyebaran wabah virus corona melalui udara. Sehingga mudah sekali menyerang atau menginfeksi seseorang yang menghirupnya.
“Penyebarannya melalui udara. Untuk tanda-tandanya yang terindikasi terinfeksi yaitu batuk, panas tinggi dan sesak serta sulit bernafas,” jelasnya.
Sementara Sekretaris Dinkes Asrul Sani mengungkapkan, pihaknya meminta masyarakat Kabupaten Sampang untuk tidak mengkhawatirkannya. Hal itu karena wilayah Jawa Timur khususnya masih belum diketahui pasien positif nCov.
Tidak hanya itu, pihaknya menyebutkan bahwa pemerintah pusat dan provinsi sudah melakukan antisipasi pencegahan masuknya penderita ke Indonesia melalui pintu di sejumlah bandara dan rumah sakit rujukan.
“Yang penting masyarakat berperilaku lebih sehat. Mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut saat batuk dan tidak bepergian ke negara-negara yang sudah terjangkit virus corona. Kemudian jaga kondisi badan dengan makan makanan yang sehat, istirahat yag cukup, konsumsi vitamin C atau mengkonsumsi buah dan sayuran karena flu gampang menyerang badan yang kurang fit,” katanya mengimbau. (MUHLIS/ROS/VEM)