SAMPANG, koranmadura.com – Hampir dua pekan sejak kepulangannya dari China, perlakuan Laili Nadhifatul Fikriya, Mahasiswi S2 International Relations, Shandong University, China, asal Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tidak harus menjalani karantina atau observasi bersama ratusan WNI lainnya di Natuna.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Asrul Sani menjelaskan, perbedaan penanganan untuk Mahasiswi S2 Laili dengan WNI lainnya yang saat ini masih menjalani observasi di Natuna yaitu dikarenakan lokasi kediaman Laili sangat jauh dengan daerah endemis atau daerah penyebaran wabah virus corona jenis terbaru atau 2019-nCov.
“Jaraknya Laili dengan daerah penyebaran virus corona sangat jauh sekitar seribu kilometer. Kemudian saat kepulangannya, Laili sudah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di Bandara mulai di China hingga di Indonesia. Bahkan Laili mengantongi surat keterangan pemeriksaan itu, sehingga dipastikan yang bersangkutan bebas virus corona,” ujar Asrul Sani, Selasa, 11 Februari 2020.
Oleh karena itu, saat ini perlakukan Laili menurutnya hanya dilakukan observasi di rumahnya yakni Laili belum diperbolehkan untuk keluar rumah di masa inkubasi selama 14 hari. Sehingga dengan demikian, Laili hanya dilakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan dan pemantauan dari Dinkes melalui Puskesmas setempat.
“Sudah kami kerumahnya untuk mengecek kesehatannya dan keluarganya, apakah ada gejala sakit seperti flu, perubahan suhu tubuh dan semacamnya. Alhamdulillah kesehatannya baik-baik saja dan keluarganya juga sehat tanpa ada gejala apapun. Bahkan tim Survei Dinkes Provinsi juga sudah mengeceknya sendiri,” terangnya.
Sementara Laili Nadhifatul Fikriya saat dikonfirmasi mengaku sudah tiga kali dilakukan pemeriksaan kesehatan dari Dinkes dan Puskesmas Omben.
“Alhamdulillah kondisi saya masih sehat walafiat. Untuk pemeriksaan kesehatan, saya sudah tiga kali mas di cek kesehatan semenjak saya tiba di rumah hingga saat ini,” ucap Laili.
Menurut Laili, sebelum tiba di rumahnya pada Sabtu 1 Februari 2020 lalu, ada beberapa tahapan pemeriksaan kesehatan hingga screening yang dilaluinya untuk memastikan dirinya terbebas dari virus corona. (MUHLIS/ROS/VEM)