KORANMADURA.com – Awal pekan ini hubungan China dan Taiwan kian memanas. Dari laporan AFP, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan satu sebuah pesawat pengebom milik China, yakni H-6 yang melintasi wilayah Taiwan pada Senin, 10 Februari 2020 lalu.
Ini juga merupakan kedua kalinya pesawat pengebom H-6 tersebut masuk ke wilayah Taiwan. Namun bukan hanya H-6, pesawat tempur China J-11 dikabarkan juga pernah terbang di dekat pulau Formosa itu.
Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen tentu mengecam langkah ini. Apalagi keduanya kini tengah menghadapi wabah virus corona yang sudah menewaskan lebih dari 1,526 orang.
“Saya ingin mengingatkan pemerintah China bahwa langkah ini sesungguhnya tidak berarti bahkan tidak perlu, apalagi membuat gerakan militer pada saat wabah corona Wuhan (muncul),” tegas Tsai melalui akun Facebook.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu melalui akun Twitternya juga mencuit mengenai peristiwa itu. “Untuk hari kedua, pesawat tempur 3PLAAF terbang mendekati #Taiwan. Dengarkan, pembom H-6 tidak akan berguna melawan #Coronavirus,” cuitnya.
Sementara itu, Taiwan juga tidak tinggal diam. Mereka dikabarkan mengerahkan angkatan udaranya untuk mencegat pesawat China masuk. Beberapa jet tempur dikerahkan untuk membuat pesawat-pesawat itu pergi.
Namun, meski demikian belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah China soal ini. Sebelumnya, pada Maret 2019, dua jet tempur J-11 melintas pertama kalinya di atas langit Taiwan. Akibatnya, Taiwan menuding Beijing melanggar perjanjian dan bertindak provokatif.
Pemerintah China menolak mengakui Taiwan dan menganggapnya bagian dari kesatuan China. Desember lalu, sesaat sebelum pemilihan Presiden Taiwan digelar, kapal induk China Shandong juga berlayar melalui Selat Taiwan untuk kedua kalinya.
Sebagaimana ditulis AFP, China masih melihat pulau demokrasi tersebut sebagai bagian dari wilayahnya, bahkan bersumpah akan merebut wilayah Taiwan dengan cara paksa. (DETIK.com/ROS/DIK)