JAKARTA, koranmadura.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah resmi menunda penerbangan dari dan ke China, sejak Rabu (5/2/2020) lalu. Penerbangan dari dan ke China tersebut efektif ditunda atau diberhentikan hingga waktu yang belum ditentukan sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Hal ini tentunya berdampak terhadap arus barang ekspor dan impor.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Ilham Masita sejak akses penerbangan dari China diputus sementara, maka otomatis seluruh barang impor e-commerce dari Negeri Tirai Bambu itu turut tertahan.
“Impor dari China untuk barang e-commerce terhenti yang melalui udara,” ujar Zaldi kepada detikcom, Sabtu (8/2/2020).
Arus barang masuk dari China itu terhenti total masuk ke Indonesia sejak kebijakan pemutusan sementara penerbangan dari dan ke China diberlakukan. Artinya, sudah nyaris seminggu, barang impor e-commerce tertahan di Bandara-Bandara di China.
“Sejak pemerintah melarang penerbangan langsung dari dan ke China,” sambungnya.
Sedangkan, arus barang masuk dari jalur laut dipastikan masih berjalan normal, meski sedikit mengalami perlambatan untuk sampai ke pelabuhan Indonesia.
“Untuk pelabuhan, setahu saya masih belum ditutup, aktivitas impor lewat laut terhenti karena libur tahun baru China yang biasanya memang berlangsung selama 2 minggu liburnya, biasanya setelah itu akan normal lagi,” sambungnya.
Namun, bila libur di China diperpanjang hingga lebih dari dua minggu, dikhawatirkan penurunan impor ke Indonesia akan semakin parah.
“Akan berdampak karena industri di China juga berhenti dan tidak melakukan ekspor ke negara-negara lain,” pungkasnya. (DETik.com/ROS/DIK)