SAMPANG, koranmadura.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang menyatakan, pengumuman ragking hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2020 masih menunggu dari pusat.
Kepala BKPSDM Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan mengatakan, ada sebanyak 5.100 peserta yang tercatat mengikuti ujian TKD yang diselengarakan selama sepekan sejak 9 Februari 2020 lalu di gedung sekolah SMPN 1 Sampang.
Dari ribuan peserta tersebut, diketahui sebanyak 235 peserta ujian SKD dinyatakan gugur lantaran tidak bisa hadir saat pelaksaan ujian yang sudah ditentukan jadwalnya.
“Yang tidak hadir saat ujian yaitu 235 peserta. Sehingga dipastikan mereka gugur. Sedangkan sisanya, yakni bagi yang lolos ambang batas (Passing Grade) masih mempunyai kesempatan berlajut ke tahap Seleksi Kemampuan Bidang (SKB). Namun untuk total jumlah peserta yang lolos passing grade, kami masih belum mengetahui, kami masih menunggu hasil rekom data dari pusat,” ujarnya, Jumat, 21 Februari 2020.
Nilai ambang batas minimal, Yuliadi menegaskan, sudah diatur di Peraturan Menteri PANRB 24/2019 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2019. Namun begitu, masing-masing peserta diakuinya sudah bisa menilai sendiri dari hasil yang diperoleh saat melaksanakan tes TKD.
“Dari hasil rekon data dari pusat nanti juga ditentukan perengkingannya dan peserta bisa mencocokan nilai yang pereolehnya dengan data dari pusat. Karena tidak semua peserta yang memenuhi nilai ambang batas bisa mengikuti tahap selanjutnya yakni SKB. Tim pelaksanaan CAT dari BKN akan merangking tiga nilai tertinggi dari masing-masing formasi dengan kuota formasi CPNS di Sampang yaitu sebanyak 290,” jelasnya. (MUHLIS/ROS/DIK)