SAMPANG, koranmadura.com – Lagi-lagi, gedung salah satu sekolah tingkat dasar (SDN) di Sampang, Madura, Jawa Timur. Kali ini, terjadi di SDN 2 Kara, Kecamatan Torjun.
Salah seorang guru guru kelas V SDN 2 Kara, Hamid Hanafi menyatakan, bangunan yang ambruk merupakan Aula sekolah. Menurutnya, gedung aula tersebut memang tidak ditempati selama setahun ini lantaran kondisinya mengkhawatirkan.
“Bukan ruang kelas, tapi yang ambruk adalah ruang aula sekolah, dan gedung itu sudah setahun tidak digunakan karena kondisinya mengkhawatirkan,” katanya, Kami, 27 Februari 2020.
Hamid Hanafi menyatakan, peristiwa ambruknya atap gedung tersebut terjadi pada Senin malam lalu, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, kondisi lingkungan sekitar sedang hujan lebat sehingga kemudian semua atap gedung ambruk total. Bangunan tersebut diakuinya dibangun pada 2011 lalu.
“Peristiwa ambruknya ini, pihak sekolah sudah membuat laporan berita acara secara tertulis kepada Dinas Pendidikan Sampang. Sedangkan untuk kegiatan KBM tetap berjalan lancar karena yang ambruk bukan ruang kelas melainkan gedung aula dan selama setahun terakhir hanya ditempati gudang karena kondisinya mengkawatirkan,” jelasnya.
Plt Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Nor Alam mengaku sudah menerima laporan dari lembaga sekolah SDN 2 Kara. Namun begitu, pihaknya masih melakukan survey ke bawah untuk mengecek segala kondisi yang terjadi.
“Sudah ada laporan ke kami, memang pihak sekokah sudah melaporkan kepada kami,” ucapanya.
Nor Alam menyampaikan, satu bangunan yang ambruk menurutnya bukan ruang kelas, melainkan aula sekolah yang sebelumnya memang tidak ditempati karena kondisinya rusak.
“Berdasarkan laporan, gedung aula itu dibagun pada 2011 lalu. Sedangkan proses KBM tetap berjalan seperti biasanya karena yang ambruk bukan ruang kelas. Dan untuk pembangunannya kembali, masih diusulkan pada tahun anggaran berikutnya,” jelasnya.
Sekadar diketahui, per Februari 2020, ada beberapa gedung sekolah di Kabupaten Sampang yang ambruk, di antaranya gedung SDN Gunung Kesan 1, Kecamatan Karang Penang; SDN Samaran 2, Kecamatan Tambelangan; dan SDN Terosan 5 Kecamatan Banyuates. Yang terbaru ialah SDN Kara 2, Kecamatan Torjun. (Muhlis/SOE/DIK)