SAMPANG, koranmadura.com – Salah seorang mahasiswi asal Sampang, Madura, Jawa Timur, Laili Nadhifatul Fikriya tiba di kampung halamanya di Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben pada Sabtu, 1 Februari 2020 lalu.
Baca: Mahasiswa Asal Indonesia Mulai Proses Evakuasi dari China, Laili: Saya Rencananya Pulang Besok
Namun, mahasiswi S2 di International Relations Shandong University, China ini tak diperbolehkan keluar rumah selama 14 hari ke depan. Lalu, apa aktivitas Laili, sapaan akrab Laili Nadhifatul Fikriya dalam mengisi kesehariannya selama dua minggu ke depan?
“Keseharian saya, tidak ngapa-ngapain, cuma aktivitas rumahan saja. Dan saya disarankan untuk tidak keluar rumah terlehih dahulu selama 14 hari ke depan karena masih dalam tahap pemantauan kesehatan dari dinas kesehatan,” ujar Laili saat ditemui di rumahnya, Senin, 3 Februari 2020.
Sebelum tiba di rumahnya, Laili menceritakan bahwa dirinya harus menjalani hingga tiga kali pemeriksaan kesehatan dengan screening. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah Indonesia agar para mahasiswa yang pulang dari China terbebas dari wabah virus Corona yang mendunia itu.
Menurut Laili, proses pemulangan dirinya dengan menggunakan pesawat dari Bandara Liuting International Airport, Cingdao, Provinsi Shandong, China. Kemudian transit di Seoul, Korea Selatan. Selama dua jam, Laili naik pesawat Asiana Airlines. Dia tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jumat, 31 Januari 2020 sekitar pukul 22.00 WIB.
Sebelum berlanjut terbang ke Bandara Juanda, Surabaya, Laili mengaku masih menjalani pemeriksaan. Setelah dinyatakan bebas wabah Corona, Laili langsung melakukan penerbangan ke Bandara Juanda, Surabaya pada Sabtu, 1 Februari 2020, dan tiba pada pukul 08.25 WIB.
“Alhamdulillah, dari tiga kali pemeriksaan, saya dinyatakan bebas virus corona. Kalau yang di Bandara Juanda Surabaya tidak diperiksa karena saya ikut penerbangan domestik dari Jakarta. Meski tidak diperiksa di Bandara Juanda, saya sebelumnya sudah diperiksa di Soeta dan hasilnya saya bebas Corona. Tapi semisal penerbangan saya jalur Internasional ke Juanda, pasti di Juanda juga akan diperiksa,” terangnya.
Ketika ditanya soal situasi terkini di China, Laili mengaku sangat mencekam, karena penyebaran virus Corona di China semakin mengkhawatirkan, bahkan ketersediaan masker semakin langka karena permintaan membludak.
“Awalnya saya dan teman-teman dari Indonesia itu cuek adanya informasi virus Corona. Tapi semakin hari orang-orang yang pakai masker kok semakin banyak gitu, kemudian harga masker N95 juga tambah melambung, awalnya hanya seharga sekitar 25 Yuan atau sekitar Rp 40 ribu sekarang tembus seharga 300 Yuan atau seharga Rp 600 ribu karena memang kebutuhan masker meningkat dan keberadaanya semakin langka,” ujarnya.
Ditanya apakah akan balik ke China, Laili mengaku masih menunggu situasi di China kembali normal dan sudah terbebas dari virus Corona. Karena libur kuliah yang seharunysa sampai 15 Februari 2020 ditambah sampai Maret 2020.
“Tapi karena kondisi Corona semakin mengkhawatirkan, pihak pemerintah Cina untuk memperpanjang liburnya, dan itu sesuai kebijakan kampus masing-masing. Ya dilihat sampai Maret 2020 mendatang, kalau kondisi normal, ya berangkat ke China, kalau masih tetap, ya libur panjang di rumah,” ujarnya sambil ditemani ibunya.
Sementara Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi mengaku untuk penanganan Laili saat tiba di rumahnya yaitu dilakukan dengan datang langsung ke rumahnya untuk memastikan kesehatannya.
“Dokter dan tim ke lokasi saat Laili tiba di rumahnya. Dan sekarang pun Laili dipantau setiap hari melalui Puskesmas Omben, dan per pekan tim Puskesmas ke rumahnya. Kami juga bantu ketersedian Masker sesuai kebutuhannya saat berada di rumahnya,” ujarnya.
Baca: Mahasiswi Asal Sampang ‘Terjebak’ Virus Corona di China, Sang Ibu Temui Bupati
Sekadar diketahui, kepulangan mahasiswi Magister Hubungan Internasional (International Relations), Shandong University, China, Laili Nadhiftul Fikriya (26) tidak lepas dari peran dan usaha ibunya sendiri Sri Astutik (43). Karena beberapa waktu lalu, Sri Astutik menemui langsung Bupati dan dinas terkait agar anaknya difasilitasi pulang.
Upaya itu pun langsung direspon cepat oleh Pemkab Sampang. Sehingga langsung melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait kepulangan Laili. (Muhlis/SOE/DIK)