SUMENEP, koranmadura.com – Puluhan pemuda tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Demokrasi (GMPD) unjuk rasa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis, 20 Februari 2020.
Aksi ini berkaitan dengan rekrutmen Panitia Pemilihan Kabupaten (PPK) untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep yang dinilai bermasalah. Bahkan ada indikasi ketidakjujuran dalam pelaksanaannya.
Dalam rilis yang disebarkan massa aksi, ada beberapa hal yang menjadi tuntutan. Di antaranya meminta daftar hasil penilaian tes semua peserta calon PPK karena ada indikasi ketidakjujuran dan permainan.
Kedua mereka data semua pengurus partai di lingkungan Pemkab Sumenep. Hal ini berkaitan dengan adanya indikasi adanya calon anggota PPK yang lolos lima besar menjadi pengurus salah satu Parpol dan calon anggota legislatif pada Pemilu 2019 lalu.
Kemudian mereka juga meminta KPU Sumenep melakukan rekrutmen ulang karena dalam prosesnya diduga sudah cacat hukum dan melanggar Undang-Undang dan PKPU.
“Kami juga menuntut profesionalisme, netralitas, dan integritas KPU Sumenep dalam menjalankan tugasnya,” ujar koordinator aksi, Imam Hanafi dengan lantang melalui pengeras suara.
Pantauan di lapangan, massa aksi ditemui oleh dua komisioner KPU Sumenep, yaitu Rahbini dan Deki Prasetia Utama. Sementara tiga komisioner lainnya ada kegiatan di luar kota. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)