PAMEKASAN, koranmadura.com – Penilaian hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diduga tidak transparan. Hal itu membuat Komisi I DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor BKPSDM setempat, Kamis, 20 Februari 2020.
Anggota Komisi I, Ali Masykur membenarkan bahwa, pihaknya melakukan sidak terkait dengan isu hasil tes CPNS yang diduga tidak transparan. Hal itu dilakukan Komisi I karena ada laporan masyarakat.
“Seperti apa yang disampaikan dan dilaporkan oleh masyarakat yang anaknya menjadi peserta CPNS katanya tidak transparan dan kemudian nilainya tidak online seperti tahun lalu,” katanya.
Dari hasil sidak itu, kata Politisi PPP ini, proses penilaian sudah bisa dilihat langsung melalui livescore atau transparan alias tidak ada yang tertutup.
“Faktanya mulai 6 hari yang lalu sudah transparan, ada layar livescore, cuman mungkin ada pemindahan tempat, awalnya di depan tahun lalu sekarang disamping, sehingga banyak peserta yang tidak tahu sehingga tuduhan itu tidak pas, apa yang disampaikan ke kami itu adalah hoaks,” paparnya.
Diketahui, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan Tahun 2019 dilaksanakan mulai tanggal 15 sampai 26 Februari 2020. Total peserta yang mengikuti tes CPNS sebanyak 5.742 orang. (SUDUR/ROS/VEM)