SUMENEP, koranmadura.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memprediksi pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep tahun 2020 tak akan terlalu melelahkan seperti Pemilu 2019 lalu.
Sehingga potensi jatuhnya korban jiwa akibat kelelahan seperti pada saat Pemilu 2019 lalu, khususnya dari kalangan penyelenggaran pemilihan seperti PPS, sangat kecil.
“InsyaAllah kalau yang sekarang tidak (akan terlalu melelahkan). Karena pemilihannya hanya pemilihan bupati dan wakilnya,” kata Ketua KPU Sumenep, A. Warits, Jumat, 02 Februari 2020.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, menurut dia, untuk pemilihan bupati dan wakil bupati, proses penghitungan suara di tingkat TPS (tempat pemungutan suara) tak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Biasanya tidak sampai maghrib.
Kendati demikian KPU Sumenep tetap akan melakukan langkah-langkah antisipatif. Menurut Warits KPU telah menyiapkan anggaran untuk bantuan sosial, semacam santunan, jika terjadi hal-hal tak diinginkan. Namun dia tidak menyampaikan berapa anggaran telah disedikan pihaknya.
Di samping itu, tambah dia, KPU Sumenep juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Sumenep untuk menyiagakan tim medis. Rencananya sejak H-1 hingga H+1 pemilihan ada layanan kesehatan mobile, petugas medisnya melakukan “patroli kesehatan”.
“Mengenai rencana itu sejauh ini memang belum ada MoU secara tertulis. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan bupati. Nanti akan ditindaklanjuti terhadap hal-hal yang lebih teknis,” paparnya. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)