SUMENEP, koranmadura.com – Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memastikan isu penculikan anak hoaks atau hanya isu belaka. Buktinya, tidak ada satupun laporan yang masuk kepada korps baju cokelat mengenai penculikan anak yang membuat resah masyarakat.
“Polres Sumenep besera jajarannya sudah melakukan pengecekan dan pendataan, sampai saat ini tidak ada kejadian atau laporan terkait penculikan anak,” kata AKP. Widiarti, Kasubbag Humas Polres Sumenep, Senin, 24 Februari 2020.
Namun Polres Sumenep mengakui, jika akhir-akhir ini isu penculikan anak di wilayah hukumnya telah banyak dikonsumsi masyarakat. Sehingga masyarakat menjadi resah. “Akhir-akhir ini di Sumenep telah dihembuskan atau diisukan terkait penculikan sehingga masyarakat menjadi resah,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Sabtu, 22 Februari 2020 masyarakat Desa Batang-Batang mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku penculikan anak.
Namun, hasil pemeriksaan pihak Polsek Batang-Batang, pria yang mengaku sebagai pemulung dan tanpa identitas itu ternyata orang gila. Usai pemeriksaan, pria tersebut diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep.
Pada hari yang sama, peristiwa penangkapan terhadap orang yang diduga pelaku penculikan anak terjadi di Desa Payudan Karangsokon, Kecamatan Guluk-Guluk. Masyarakat mengamankan seorang pemuda yang diduga hendak melakukan penculikan.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polsek Guluk-Guluk, pemuda yang diketahui berinisial AS itu dalam kondisi mabuk. Sehingga pihak kepolisian memastikan AS bukan pelaku penculikan anak.
“Kejadian tersebut (di Guluk-Guluk) bukan penculikan anak, akan tetapi perbutan pelecehan. Karena kondisi mabuk habis minum komik satu dus atau 10 bungkus,” jelas Widi.
Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu penculikan anak. (JUNAIDI/ROS/VEM)