SUMENEP, koranmadura.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan memprediksi puncak musim hujan kali ini masih akan berlangsung hingga bulan depan, Maret 2020.
“Jadi pada umumnya, termasuk di Sumenep, pada musim kali ini puncak musim hujan mulai dari Januari, Februari hingga Maret,” ujar Kepala BMKG Kalianget, Usman Holid, Kamis, 20 Februari 2020.
Selama masa puncak musim hujan, BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem. Seperti angin kencang, puting beliung, hujan lebat, termasuk banjir.
Mengenai intensitas curah hujan yang cukup tinggi beberapa waktu lalu, menurut dia masih tergolong normal. BMKG mencatat, curah hujan saat itu, 17 Februari lalu, ialah 76 mm. “Meski cukup tinggi, tapi masih tergolong normal karena terjadi di masa puncak musim penghujan,” jelasnya.
Setelah puncak musim penghujan selesai, berikutnya akan masuk pada peralihan musim dari penghujan ke kemarau atau pancaroba. Di masa ini masyarakat diimbau supaya tetap waspada terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem.
“Biasanya kalau sudah masa peralihan musim, intensitas curah hujan akan menurun. Tapi masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem seperti telah disebutkan. Potensi terjadinya puting beliung cukup tinggi (di masa peralihan musim),” tambahnya. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)