PAMEKASAN, koranmadura.com – Rencana Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, untuk meresmikan Kota Cinema Mall (KCM) atau Bioskop dengan Konsep “Stand Alone” mendapat penolakan. Salah satu di antaranya datang dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Ali Masykur.
Menurutnya, ketika KCM yang ada di Jalan Sentol itu tetap diresmikan Pemerintah, hal itu akan melunturkan kearifan lokal Pamekasan yang dikenal dengan sebutan Gerbang Salam.
“Ketika Cenema Mall ini dipaksakan di Pamekasan oleh pemerintah daerah dan izinnya tidak dicabut, maka kekhasaan Gerbang Salam atau lokal wisdom yang saya maksud kearifan lokal, sedikit-demi sedikit akan luntur,” jelasnya, Rabu, 12 Februari 2020.
Politis PPP itu mengakui, pada saat rapat terkait dengan pembangunan KCM itu DPRD Pamekasan tidak pernah dilibatkan untuk memberikan pertimbangan dan pandangan.
“Terus terang DPRD tidak pernah dipertimbangkan dan tidak pernah dimintai pertimbangan oleh eksikutif, baik Kepala Dinas Perizinan maupun Bupati Pamekasan dalam hal ini, kita merasa kecolongan gitu ya kita sebagi wakil rakyat dan toko masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan memanggil Bupati untuk melakukan klarifikasi terkait hal tersebut agar tidak meresahkan masyarakat.
“Beberapa bulan yang lalu, para ulama ke dewan, sudah tidak diberi izin oleh Bupati, ternyata diam-diam izinnya keluar, bahwa mereka menyampaikan sudah dibohongin oleh Bupati. Jadi kalau ada demo, rencananya kita akan panggil Bupati dan eksikutif untuk dimintai keterangan,” paparnya. (SUDUR/ROS/VEM)