SUMENEP, koranmadura.com – Para pemuda dan mahasiswa yang menggelar aksi di depan kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, terkait semakin maraknya alih fungsi lahan tak hanya berorasi, namun mereka juga sempat melakukan “sweeping”.
Baca: Alih Fungsi Lahan Semakin Marak, Puluhan Pemuda Unjuk Rasa di Kantor DPRD Sumenep
Pantauan di lokasi, sebelum menyisir hampir seluruh ruangan di kompleks gedung DPRD Sumenep, massa aksi meminta izin kepada Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir, dam mereka pun diizinkan untuk masuk seluruhnya dengan catatan tidak sampai melakukan hal-hal tak diinginkan.
Mahasiswa merasa perlu melakukan “sweeping” karena para wakil rakyat yang ingin mereka temui, dalam hal ini dari Komisi II, tak ada satu pun yang menemui.
Ruangan pertama yang digeledah massa aksi ialah ruang Komisi II. Namun di sana mereka tak ada anggota dewan sama sekali. Sehingga mereka lanjut ke beberapa ruang lainnya.
Tak cukup sampai di situ, ruang Rapat Paripurna DPRD Sumenep juga tak luput dari sasaran. Membawa atribut aksi bertuliskan “Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumenep pindah ke luar kota”, mereka “menduduki” ruangan yang biasanya dipakai anggota dewan menggelar rapat atau sidang paripurna.
“Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi masyarakat terkait semakin maraknya alih fungsi lahan, khususnya di wilayah Timur Daya. Aksi kali ini sebagai bentuk kekecewaan kami kepada anggota DPRD Sumenep,” kata salah seorang orator aksi, Abd. Basith.
Menurut dia, sebelum menggelar unjuk rasa hari ini, mereka telah menyampaikan surat untuk audiensi dengan wakil rakyat, khususnya Komisi II DPRD Sumenep.
“Ternyata sampai Kamis kemarin tidak ada kejelasan, dan saat kami datang, di sini tidak ada orang. Nah, ini sebagai bentuk kekecewaan kami,” tegas dia. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)