SUMENEP, koranmadura.com – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Sumenep masuk dalam 10 daerah termiskin di Jawa Timur. Tak tanggung-tanggung, posisinya berada di urutan kedua.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep tak menampik adanya data tersebut. Meskipun, di satu sisi, Kepala Dinsos, Moh. Iksan, mengaku tidak percaya dengan data tersebut.
“Kami terima (Sumenep disebut sebagai daerah termiskin kedua di Jawa Timur berdasarkan data BPS tersebut, red). Tapi boleh, dong, saya tidak percaya?” katanya.
Baca: Dinsos Sumenep akan “Uji” Data BPS Soal Angka Kemiskinan
Terlepas dari valid atau tidaknya data itu, lalu apa langkah Dinsos untuk menekan angka kemiskinan di kabupaten paling timur Pulau Madura ke depan? Menurut Iksan, salah satunya, dengam memastikan program-program pemerintah tepat sasaran.
“Seperti PKH dan Sembako (sebelumnya BPNT atau Bantuan Pangan Non Tunai) harus tepat sasaran. Sehingga bisa mengangkat harkat dan martabat masyarakat miskin,” ujar mantan Kabid Pemuda dan Olahraga Disarbudpora Sumenep itu.
Selain itu, ke depan pihaknya akan menjalankan program yang melibatkan masyarakat miskin yang belum dilakukan di Sumenep, yaitu Kube (kelompok usaha bersama) dan UEP (usaha ekonomi produktif.
“Tentunya semua program yang akan kami jalankan itu berbasis anggaran. Kalau memang anggatannya ada, kami yakin bisa menjalankannya dalam rangka menekan angka kemiskinan di Sumenep ini,” tambahnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)