SAMPANG, koranmadura.com – Tidak cukup berkarya hanya dengan membuat Bilik Basco, sejumlah pemuda di Sampang, Madura, Jawa Timur, kini juga menciptakan salah satu jenis Alat Pelindung Diri (APD) yang diyakini dapat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19.
Fauzil Ashghariansyah (29), warga asal Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh dan Ach Yusuf Nurfadillah Arifin (25), warga jalan Semeru, Kelurahan, Rongtengah, Sampang, dengan menggandeng sejumlah mahasiswa dari Politeknik Madura (Poltera), membuat alat disinfektan yang dapat digunakan bagi masyarakat beserta kendarannya langsung.
Fauzil Ashghariansyah menjelaskan, APD penyemprotan yang dibuatnya masih sama dengan alat semprot pada umumnya. Hanya saja, penyemprotan disinfektan yang diterapkannya dalam instrumen tersebut menggunakan sistem ozon yang digabungkankan dengan sitem sensor. Pihaknya menegaskan, instrumen yang dibuat bersama rekan-rekannya agar masyarakat beserta kendaraan yang dipakainya tetap dalam kondisi steril dari penyebaran pandemik Covid-19.
“Alat instrument sterilisasi yang dibuat kali ini, kami namakan Mobile Sterilization BASCO, dimana alat ini agar difungsikan sebagai alat sterilisasi bagi pengendara sepeda motor dan warga dalam jumlah banyak. Tapi perbedaanya, alat yang kami buat dilengkapi dengan sistem sensor, dimana warga yang apabila masuk ke dalam dan melintasi sistem sensor, secara otomatis selama 20 detik akan tersemprot disinfektan seperti embun (ozon) secara menyeluruh ke bagian badan hingga sepeda motor yang dipakainya. Selama proses sterilisasi, nantinya ditandai lampu merah, namun apabila selesai nanti akan menyala lampu hijau di mana warga boleh keluar ,” jelas Fauzil soal kinerja alatnya, Senin, 30 Maret 2020.
Menurut alumnus Politeknik Elektro ini, pembuatan instrumen APD model itu agar difungsikan warga di desanya. Sebab saat ini, warga desanya banyak yang pulang dari perantauan. Pembuatan alat itu, diakuinya tidak lepas dari kades setempat yang ikut peduli menyalurkan dananya untuk keperluan pembuatan alat tersebut.
“Memang alat itu dibuat dengan dana mandiri bersama teman, tapi sebagian dana juga dibantu pak kades. Kami membuatnya agar ditempatkan di balai desa karena di sana ada tim satgas covid-19 sampang juga. Sehingga masyarakat yang datang dari perantauan yang semakin banyak ini, atau masyarakat setempat lainnya bisa menggunakan alat itu sebagai upaya sterilisasi dan pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 di desa kami,” katanya. (MUHLIS/ROS/VEM)