SUMENEP, koranmadura.com – Gedung Islamic Center Sumenep yang berlokasi di Jl. Raya Sumenep-Lenteng di Kecamatan Batuan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan terkait wabah Covid-19.
Informasi yang dihimpun media ini, gedung yang dikelola oleh Yayasan Bhindara Saod itu disiapkan untuk menampung warga yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.
“Sebagai tempat persiapan saja. Tapi mudah-mudahan tidak ada yang masuk,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edy Rasyiadi, saat dikonfirmasi koranmadura.com Sabtu, 21 Maret 2020.
Selebihnya mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep itu memgungkapkan bahwa, Pemkab tidak menyewa gedung tersebut. “Kami tidak nyewa. Karena ini menyangkut kepentingan umat,” ungkapnya.
Sebelumnya Bupati Sumenep A. Busyro Karim menegaskan bahwa, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah pencegahan supaya Covid-19 tak sampai menyebar di Sumenep. Salah satunya dengan membentuk tim, mulai dari rumah sakit hingga Puskesmas-Puskesmas.
Bahkan, juga sebagai langkah antisipatif, Pemkab Sumenep akan menyiapkan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar. Menurut Bupati pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPRD setempat untuk itu. “Kami berkoordinasi dengan DPRD karena (anggaran untuk) ini mendahului Perubahan APBD,” ujar Bupati, Selasa, 17 Maret 2020, lalu.
Kendati demikian, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik dan merasa takut berlebihan dalam menyikapi wabah Covid-19. “Kami sudah melakukan langkah-langkah pencegahan,” paparnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)