PAMEKASAN, koranmadura.com – Investor membatalkan rencana menanamkan modal di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Total nilai investasi yang direncanakan mencapai Rp 4,7 triliun.
Hal ini diutarakan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, saat menjadi keynote speaker seminar nasional yang digelar Forum Alumni Jogjakarta Pamekasan (FAJP) di Hotel Cahaya Berlian, Minggu, 8 Maret 2020.
Saat ini Baddrut Tamam tengah berusaha agar investasi yang bergerak di bidang peternakan, potong hewan, pabrik susu, gula, garam dan bidang lainnya tersebut terealisasi.
Jika investasi itu berhasil, kata Ra Baddrut, panggilan Baddrut Tamam, pabrik gula dan susu akan dibangun di Pamekasan. Berdasarkan Perpres nomor 80 tahun 2019, Madura pusatnya ada di Pamekasan.
“Sebagian kebutuhan gula dan daging nasional bisa dipenuhi dari Madura, dan pabriknya akan dibangun di Pamekasan,” kata Baddrut Tamam.
Menurut Baddrut Tamam, jumlah nilai investisi Rp 4,7 triliun itu bisa menyerap tenaga kerja 7.700 orang, yang diproyeksikan untuk warga Pamekasan.
“Ada sekitar 7.700 orang bisa bekerja dari nilai investasi sebesar Rp 4,7 triliun, sementara ini harus dibatalkan,”terangnya.
Baddrut Tamam sendiri tidak menyebut alasan investor membatalkan menanamkan modal di Pamekasan, tapi ada sumber menyebut investor terpaksa membatalkan rencana menamamkan modal, karena iklim investasi di Pamekasan belum stabil. Salah satu faktor yang bikin investor was-was yaitu adanya demo dari kelompok masyarakat.
Baca: Pamekasan Urutan Kedua Aksi Demonstrasi Terbanyak di Indonesia
Terbaru, kelompok masyarakat di Pamekasan melakukan demonstrasi penolakan Kota Cinema Mall (KCM), yang dinilai akan manjadi sumber kemaksiatan di Pamekasan. Tak tanggung-tanggung, demo penolakan KCM ini dari kalangan kiai dan santri yang jumlahnya mencapai ribuan orang. (RIDWAN/SOE/DIK)