BANGKALAN, koranmadura.com – Ambruknya jembatan di Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, membuat aktivitas warga sekitar terhambat. Pasalnya, jembatan tersebut sebagai penghubung antara dusun Tlokoh Onjur dan Lajeren, serta menuju ke desa Durjan. Selain itu, juga sebagai jalan poros menuju pondok pesantren Najmul Ulum Gresik.
Baca: Jembatan di Desa Tlokoh Bangkalan Ambruk
Anggota DPRD Bangkalan, Ahmad Syafik yang kebetulan domisili Desa Tlokoh menuturkan, jembatan tersebut sebagai jalan utama menuju ke SDN 1 Tlokoh dan Pondok pesantren, sehingga dijadikan jalan akses sehari-hari menuju dua lembaga tersebut.
Namun karena jembatan yang melintang sepanjang 22 meter tersebut ambruk, terpaksa para guru SD, siswa-siswi dan santri pondok pesantren Najmul Ulum Gresik harus menempuh jalan yang berbeda.
“Tidak bisa dilewati karena jembatannya ambruk, diujung jembatan sebelah utara itu ambruk menuju SDN 1 Tlokoh dan pondok pesantren. Jadi harus lewat dusun Betbet, balik arah sekitar 3-4 kilo meter,” katanya, Kamis, 5 Maret 2020.
Anggota Frakai PPP itu menjelaskan, kejadian ambruknya jembatan tersebut karena air yang meluap. Menurutnya, banyak ranting pohon yang menumpuk sehingga jembatan dengan lebar 3 meter tersebut ambruk.
“Air meluap sementara jembatan terlalu rendah, selain itu terlalu sempit, jadi ada truk mau lewat tidak bisa,” paparnya.
Sementara kepala Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Bangkalann Rizal Morris menyampaikan, jembatan yang di bangung pada tahun 2012 melalui PNPM tersebut mengalami rusak parah.
“Kondisi rusak parah. Akses jalan desa Tlokoh menuju desa Durjan putus dan longsor sepanjang 15 meter dan tinggi 5 meter,” katanya.
Namun pihaknya menegaskan, peristiwa peluapan air kiriman tersebut tidak menyebabkan masyarakat dan permukin terkena dampak.
“Hasil tinjau lapangan daerah terdampak tidak sampai berdampak kepada warga dan perkampungan,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)