SUMENEP, koranmadura.com – Musibah kebakaran yang menghanguskan 86 kios di Pasar Candi, Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur kemarin, 25 Maret 2020 sepertinya harus jadi perhatian serius bagi pemerintah kabupaten setempat.
Baca: Ini Jumlah Kios Terdampak Kebakaran Pasar Candi Dungkek
Pasalnya, kebakaran yang terjadi sekitar 14.30 WIB tersebut baru bisa dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB. Salah satu penyebabnya, jarak tempuh armada pemadam kebakaran cukup jauh, yaitu dari Pusat Kota Sumenep.
“Sementara jika normal, perjalanan menuju lokasi butuh waktu 30 menit. Menurut saya, idealnya, damkar itu ada di setiap kecamatan. Apalagi kalau di Dungkek, pasar yang cukup besar adalah pasar Candi,” kata Ketua ISNU Dungkek, Yakup saat dikonfirmasi terkait kebakaran yang melanda pasar Candi, Kamis, 26 Maret 2020.
Menurut Yakup, jika ada damkar tingkat kecamatan, Yakup meyakini, api bisa lebih cepat dijinakkan. Karena kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Sementara baru bisa jinak sekitar pukul 17.30 WIB.
“Kebakaran pasar Candi kan sekitar jam 14.30 WIB, sementara mobil damkar baru tiba di lokasi sekitar jam 15.30 WIB. Itu pun baru satu. Sehingga saat memadamkan api di sisi bagian barat, api di sisi bagian timur membesar. Sehingga damkar kewalahan, bahkan sempat kehabisan air,” jelas Yakup yang saat itu juga berada di TKP.
Yakup menjelaskan, pasar Candi merupakan salah satu pasar tradisional yang cukup besar di daerah timur daya. “Pasar digelar setiap hari. Para pedagang dari beberapa daerah berjualan di pasar Candi. Bahkan tak ada lagi pasar di daerah timur daya sebesar pasar Candi. Makanya, saya berharap, Pemkab Sumenep melakukan pengadaan damkar tingkat kecamatan, terutama di Dungkek,” jelas Yakup.
Sebelumnya, Polres Sumenep mencatat bahwa ada 86 kios yang ludes terbakar. “Kerugian materil akibat kejadian tersebut lebih kurang 2,5 miliar,” ungkap Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 26 Maret 2020.
Menurut Widi, pertama Kali kebakaran di Pasar Candi diketahui oleh Sinok, warga Dusun Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-batang. Saat itu, ia lewat di depan Pasar Candi dan melihat ada api sudah membubung.
Setelah dilihat, api diketahui berasal dari salah satu kios baju di pasar tersebut. Setelah itu Sinok melapor kepada kepala desa setempat. “Kebakaran pertama diketahui sekitar jam 14.30 WIB.,” lanjutnya.
Si jago merah baru dapat dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 22.00 WIB. “Mengenai penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan,” tambahnya. (SOE/DIK)