KORANMADURA.com – Panic buying karena virus corona di Jepang membuat banyak orang borong susu. Alhasil mereka manfaatkan susu untuk membuat kudapan Jepang berusia 1.000 tahun.
Virus corona masih menjadi momok yang menakutkan bagi orang di seluruh dunia. Bahkan setiap hari korban yang berjatuhan karena virus corona semakin banyak. Keadaan itu membuat banyak orang menjadi panik.
Saking paniknya dengan virus corona, panic buying acap kali terjadi di berbagai negara. Seperti yang terjadi di Jepang. Biasanya setiap kali terjadi panic buying, orang-orang akan memborong masker, tisu dan sanitizer.
Namun, masyarakat di Jepang justru banyak yang memborong susu. Hal tersebut terjadi karena muncul desas-desus peternak sapi perah akan kehilangan pekerjaannya karena susu yang dihasilkan terancam tidak laku. Hal ini tentu saja masih terkait isu virus corona.
Berniat membantu peternak, masyarakat Jepang banyak yang memborong susu. Sampai-sampai mereka bingung sendiri akan dibuat apa susu sebanyak itu.
Banyak dari mereka akhirnya beride memanfaatkan susu untuk membuat makanan khas Jepang berusia 1.000 tahun. Alhasil, makanan tersebut kembali populer karena mewabahnya virus corona.
Makanan tersebut adalah su, yang dikenal sebagai makanan penutup mewah berbentuk keju dari periode Asuka (538 – 710 Masehi) hingga masa Heian (795 – 1185). Dilansir dari Vice US (12/03) su merupakan makanan dari produk susu pertama yang ada di Negeri Sakura.
Saat itu, su dimanfaatkan untuk pengobatan pada penyakit tertentu atau hanya sebagai hidangan penutup. Selain itu, juga dijadikan hadiah untuk kaisar. Melansir dari SoraNews24, untuk membuat su tidak ada resep standar.
Namun, ada sebuah buku dari tahun 927 Masehi yang di dalamnya terdapat langkah-langkah untuk membuat su. Caranya dengan mendidihkan sekitar 18 liter susu hingga hanya tinggal 1,8 liter yang tersisa. Proses memasak tersebut akan menghasilkan susu yang menjadi padat, sehingga bisa dipotong untuk kemudian dimakan.
Namun, seorang reporter SoraNews24 bernama Idate Ayaka yang pernah mencicip makanan ini sebelumnya menuturkan bahwa ada seorang aristokrat era Heian yang dilaporkan meninggalkan karena diabetes akibat terlalu banyak makan su. (DETIK.com/ROS/DIK)