SAMPANG, koranmadura.com – Kecewa karena masih mengimpor garam meski hasil produksi garam rakyat menumpuk, sejumlah petani garam asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, merasa kesal bahkan merasa keberatan terhadap kehadiran rombongan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian ke kantor PT Garam III, Kabupaten setempat. Kamis, 12 Maret 2020.
Kekecewaan itu diungkapkan Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM) Sampang, Moh Yanto. Menurutnya, pada pertemuan sebelumnya, petani garam merasa dibohongi lantaran masih melakukan impor meski jumlah produksi garam rakyat menumpuk hingga menyebabkan harga garam anjlok menjadi Rp 10 ribu per karungnya.
“Rombongan itu sudah tiga kali datang, dan saya menilai itu hanya syarat sebagai laporan kepada pemerintah bahwa mereka bekerja dan mengetahui kuota garam di bawah, tetapi impor garam tetap dilakukan. Akibat adanya impor garam, harga garam kami anjlok Rp 10 ribu per saknya,” kata Moh Yanto, Kamis, 12 Maret 2020.
Oleh karena itu, pihaknya mengaku dalam waktu dekat bersama petani lainnya akan menghadap ke Gubernur Jatim dan DPRD Provinsi Jatim.
“Kalau perlu kami akan meghadap ke Pak Presiden. Nanti kami sampaikan bahwa garam rakyat tidak terserap malah lebih suka mengimpor,” katanya.
Sementara peserta rombongan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian. Menolak untuk diwawancarai sejumlah wartawan dan bergegas masuk ke dalam mobil kemudian meninggalkan kantor PT Garam III, di Kecamatan Pengarengan, Sampang.
Menanggapi hal itu, GM Produksi Regional Barat PT Garam, Eko Salahudin mengaku, aksi protes para petambak garam dinilainya wajar. Sebab sebelumnya PT Garam menjelaskan bahwa hasil produksi PT Garam ditambah hasil panen garam rakyat masih banyak.
“Sehingga tanpa impor pun masih surplus. Sedangkan aksi protes di luar perencanaan. Kegiatan ini rencanannya akan di tempatkan di GGN gudang KKP. Sementara posisinya PT Garam dalam kegiatan ini ada di tengah. Dengan rakyat harus baik dan dengan pemerintah juga baik, kejadian tadi juga menggagetkan kami,” akunya. (MUHLIS/ROS/VEM)