SAMPANG, koranmadura.com – Dampak mewabahnya virus corona (Covid-19) di berbagai negara, Pemerintahan Arab Saudi membatasi kunjungan warga luar negara, termasuk pengunjung dari Indonesia.
Akibat penundaan pemberangkatan berkunjung atau umrah tersebut, salah satu pemilik usaha jasa travel umrah dan haji di Sampang klaim alami kerugian.
“Waktu itu sebenarnya saya kaget, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” ujar Riezqy Nurika Sari, selaku owner Travel Safira cabang Sampang, saat dikonfirmasi koranmadura.com, Senin, 2 Maret 2020.
Ibu Riezqy mengatakan, Travel Safira beberapa hari lalu sudah memberangkatkan jemaah umrah. Namun sesampai di Singapura kemudian tidak bisa melanjutkan perjalanan dan harus balik lagi ke Indonesia.
“Sebelum berangkat, pihak Safira sudah konfirmasi ke bagian penerbangan, katanya bisa, ternyata jemaah waktu itu masih ditransit ke Singapura. Setelah dari Singapura tidak bisa, karena sudah di atas jam 12, jadi harus balik lagi ke Indonesia,” imbuhnya.
Namun begitu pihaknya menyatakan, untuk jemaahnya yang berasal dari Kabupaten Sampang, kini harus harus menjadwal ulang.
“Yang balik lagi tidak ada, cuma yang pending ada tujuh jemaah, tidak banyak kok yang dari Sampang, karena jadwal keberangkatannya pada pertengahan Maret 2020 ini. Dan jemaah Safira dari Sampang kebetulan ikut program anniversary, jadi statusnya sekarang melihat situasi dan kondisi untuk pemberangkatannya,” tuturnya
Di sisi lain ibu Riezqy menyampaikan, secara keseluruhan pihak Travel Syafira mengalami kerugian yang sangat besar, karena di bulan maret ini bertepatan pada ulang tahun Syafira, dimana pada momen tersebut direncanakan akan memberangkatkan sebanyak dua ribu jemaah dengan empat kali jadwal pemberangkatan.
“Secara keseluruhan, dari Travel kami jelas alami kerugian, tapi kami belum tahu detil seberapa besar kerugiannya, karena yang tahu itu di pusat. Sedangkan kami hanya di cabang saja, sehingga tidak tahu secara detailnya. Tapi untuk jemaah dari Sampang hanya tujuh orang saja. Untuk pendaftaran umrah kan ada tiga paket, ya berkisar Rp 20-30 juta. Jadi dua ribu jemaah itu, sekarang setatusnya masih menunggu informasi dari Saudi, kalau bisa, ya semuanya berangkat di bulan ini,” jelasnya. (Muhlis/SOE/DIK)