SUMENEP, koranmadura.com – Pasca dipanggil Komisi II DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, terkait adanya penundaan gaji karyawan dan ABK, PT Sumekar meminta wakil rakyat tak terlalu membesar-besarkan persoalan tersebut.
Hal itu disampaikan Direktur Keuangan PT. Sumekar, Asrawi Adi. Menurutnya, PT. Sumekar merupakan perusahaan jasa dan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga pendapatannya mengikuti mekanisme pasar.
“Ketika pasar menurun, maka pendapatan PT. Sumekar juga menurun. Beda dengan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang lain, seperti BPRS,” ungkap pria yang akrab disapa Adi itu, Jumat, 13 Maret 2020.
Menurutnya, BPRS selain mendapat banyak penyertaan modal dari pemerintah daerah, yang dikelola perusahaan yang bergerak di bidang perbankan itu adalah uang. “Sehingga tidak ada menurunnya (pendapatan BPRS, red),” tambahnya.
Adi lalu menjelaskan bahwa, penundaan gaji karyawan dan ABK di PT Sumekar biasa terjadi setiap tahun. Terutama di periode Januari hingga Maret. Sebab di masa-masa tersebut memang ada penurunan pendapatan.
“Sehingga otomatis ketika ada penurunan pendapatan, penundaan gaji itu adalah hal yang wajar di perusahaan. Jadi jangan terlalu dibesar-besarkan. DPRD dan eksekutif, jangan terlalu dibesar-besarkan kalau (PT Sumekar, red) ada penundaan gaji karyawan,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Sumenep H Subaidi menjdlaskan pemanggilan yang dilakukan pihaknya kepada PT Sumekar dalam rangka menindaklanjuti adanya pengaduan bahwa, gaji karyawan dan ABK perusahaan yang bergerak di bidang transportasi laut itu untuk bulan ini belum dibayar.
Dia merasa pihaknya perlu menindaklanjuti pengaduan itu karena menyangkut hajat banyak orang. Selain karyawan dan ABK, juga masyarakat yang butuh pelayanan transportasi laut. Karena diketahui, akibat persoalan tersebut dua kali kapal milik PT Sumekar tidak berangkat.
“Kami memanggil PT Sumekar bukan untuk menghukum. Kami cuma butuh penjelasan kenapa persoalan itu bisa terjadi. Kmi hanya ingin mengklarifikasi. Tujuannya tentu untuk kepentingan masyarakat, yaitu agar aktifitas pelayaran normal,” katanya. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)