PAMEKASAN, koranmadura.com- Persatuan Guru Pendidikan Agama Islam (PGAIN) PGRI di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mempertanyakan soal permohonan subsidi pendidikan profesi guru (PPG) yang diajukan ke Pemkab setempat. Pasalnya, sampai sekarang belum ada kejelasan.
Ketua PGAIN PGRI Pamekasan, Rosidi mengatakan PPG itu membutuhkan biaya Rp 6.200.000. Menurutnya, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengajukan permohonan subsidi ke Pemkab.
“Makanya kami sebagai peserta PPG 2020 berharap kepada Pemkab agar memberikan subsidi, sehingga kami bisa mengikuti PPG,” kata Ketua PGAIN PGRI Pamekasan, Rosidi, Rabu, 18 Maret 2020.
Kalau tidak dapat subsidi, lanjutnya, tentu banyak guru tidak akan ikut. Karena secara ekonomi tidak mampu. Mengandalkan gaji pun tentu tidak bisa.
“Mewakili dari teman- teman guru Non PNS ini kalau mengandalkan gaji tidak mencukupi, karena gaji kmau itu paling besar Rp 300. 000,” akunya.
Sementara itu, Kasi Pengembangan Karier Dinas Pendidikan Pamekasan, Fadlillah mengatakan terkait permohonan bantuan pembiayaan PPG, pihaknya sudah koordinasi dengan Kepala Disdik.
“Menyangkut permohonan bantuan PGAIN untuk biaya PPG, kami sudah koordinasi dengan kepala dinas, namun yang berhak untuk menyampaikan ini adalah kepala dinas, jadi untuk tindak lanjut terkait dengan pembiayaan ini kami nanti siap atas perintah kepala dinas,” tegasnya. (SUDUR/SOE/VEM)