SAMPANG, koranmadura.com – Salah satu minimarket “Kid and Baby Shop” yang terletak di jalan Wijaya Kusuma No 10 B, Sampang, Madura, Jawa Timur dirampok, Rabu, 4 Maret 2020.
Beni (30), pemilik toko menceritakan, peristiwa perampokan terjadi sekitar pukul 10.00 wib, pagi hari. Kala itu, tokonya hanya dijaga oleh Siti Zahroh, yang tidak lain merupakan mertuanya sendiri. Menurut Beni, pelaku masuk toko dengan berpura-pura beli susu SGM sambil menanyakan air minum.
“Umi (korban) yang melihat gelagat mencurigakan orang itu, umi bilang kalau air gelas tidak ada. Kemudian pelaku keluar dan beberapa menit kemudian pelaku kembali dengan menodong senjata api ke kepala umi. Saat itu, saya berada di luar,” cerita Beni, saat ditemui di rumahnya.
Lanjut Beni menceritakan, saat senpi ditodongkan persis ke kepala, sang mertua kaget bukan kepalang. Dengan nada mengancam, pelaku pun meminta sang mertua melepas perhiasan cincin yang dikenakannya. Selain itu, pelaku juga meminta mertuanya untuk mengeluarkan uang yang ada di laci.
“Umi diancam. Pelaku bilang ‘jangan teriak, kalau teriak dan keluar mati kamu’. Setelah uang dikeluarkan, sekitar Rp 3 juta lebih, pelaku langsung mengambil uang itu dan langsung lari. Tapi cincin yang dilepas dari jari Umi yang sudah ditaruh di atas meja tidak sempat di bawa pelaku, ya mungkin sama-sama panik dan takut keburu ada orang. Bahkan uang yang diambil ada yang berserakan karena keburu melarikan diri,” katanya.
Setelah pelaku keluar dari tokonya, kata Beni uminya sempat diam karena shock. Namun umi juga sempat melihat pelaku ketika sudah melarikan diri ke arah barat persisnya di depan toko Hikari dengan menggunakan sepeda motor.
“Kata Umi sih ciri-ciri pelaku yaitu berbadan kekar tinggi, pakai jaket warna hitam dan pakai helm dengan kacanya warna hitam, kalau warna helmnya umi tidak tahu. Tapi pelaku memakai celana hitam dan sepatu seperti pantofel tapi mirip sepatu boot. Nah kalau bentuk senpinya umi juga kurang tahu, karena waktu itu umi ketakutan,” jelasnya.
Atas peristiwa itu, Beni bersama istrinya (anak korban) kemudian melaporkan peristiwa perampokan dengan memakai senpi tersebut ke Mapolres Sampang.
“Sudah kami laporkan ke Polres. Karena baru kali ini tindakan pencurian di toko pakai senpi. Kami berharap pelaku segera ditangkap agar tidak meresahkan warga lainnya. Kami berharap nanti kalau sudah ditangkap diancam hukuman yang berat karena bawa senpi,” harapnya.
Sementara saat dikonfirmasi ke Mapolres, belum bisa dimingai keterangan. Bahkan saat menemui Wakapolres Sampang, Kompol Moh Lutfi juga belum bisa dikonfirmasi dengan alasan masih akan berkoordinasi dengan Satreskrim.
Saat Kasatreskrim AKP Riki Donaire Piliang dihubungi melalui telepon selulernya juga belum ada respon meski nada deringnya terdengar aktif. (Muhlis/SOE/VEM)