SAMPANG, koranmadura.com – Azis (22), warga Dusun Dia’an, Desa Temoran, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, kini harus mendapat penanganan khusus untuk memulihkannya akal pikirannya ke semula setelah stres gegara kecanduan narkoba.
Kepala Puskesmas Omben, Lilik Suryani mengaku, saat ini pihaknya masih terus berupaya melakukan penanganan terhadap Azis yang mengalami gangguan jiwa.
Bahkan pihaknya mengaku terus berkonsultasi dengan dokter spesialis jiwa untuk menanyakan obat serta model terapi yang akan diberikan kepada pasien Azis.
“Untuk penanganan gangguan jiwa, sebenarnya ada dua hal penting yang harus diperhatikan, pertama terapi medicamentosa yang dilakukan petugas. Dan yang kedua, menjadi hal penting yaitu terapi psikososial, atau dukungan pihak keluarga dan menciptakan stigma yang baik dari sekitar. InsyaAllah pengobatannya jauh lebih cepat,” ungkapnya, Kamis, 12 Maret 2020.
Hal itu, kata Lilik Suryani, sudah diterapkan pada pasien yang ada di wilayahnya seperti di Desa Madulang, Tambak dan desa lainnya.
“Kami terapi medis kemudian kami ajak keluarganya untuk turut serta dalam pengobatan, sehingga pasien cepat beraktifitas kembali. Kalau sembuh seperti orang normal tidak, tapi kalau pulih iya, seperti melaksanakan aktifitas sehari-harinya layaknya orang lainnya,” jelasnya.
Untuk penanganan Azis, lanjut Lilik menyatakan, sebelum menyembuhkan dari kecanduannya terhadap narkoba, perlu dilakukan penanganan kejiwaannya terlebih dahulu.
“Pengobatan kejiwaannya, tergantung seberapa lama respon obat kepada pasien. Banyak variabel yang mempengaruhi. Dan sebenarnya pasien ini sudah dilakukan sejak dua minggu yang lalu dan pasien ini akan dibawa ke RSJ di Surabaya,” terangnya.
Disisi lain pihaknya menjelaskan, efek konsumsi narkoba menurutnya dapat merusak akal hingga kerusakan pola pikir.
“Jadi narkoba itu warning kepada masyarakat. Narkoba selain berbahaya pada kesehatan juga merusak akal manusia,” ungkapnya.
Sementara Satgas Penyuluh Narkoba BNNK Sampang, Wayassaroh menyatakan, Azis yang mengalami gangguan kejiwaan dikarenakan kecanduan narkoba akan dibawa ke RSJ Menur, Surabaya.
Menurutnya, penanganan tersebut sudah berdasarkan persetujuan pihak keluarga yang berharap Azis kembali sembuh ke sedia kala.
“Mulai kemarin, permintaan keluarga yang masih berharap mencari kesembuhan Azis, mau mengikuti anjuran pengobatan maupun anjuran dari instansi terkait. Rencananya mau di rehab, tapi masih menunggu kondisi kesetabilan jiwanya terlebih dahulu,” jelasnya.
Sementara salah satu aktivis asal Omben, Nur Hasan membenarkan jika Azis, warga yang mengalami gangguan kejiwaan karena narkoba saat ini sudah dibawa ke RSJ di Surabaya.
“Sudah dibawa ke RSJ mas, kalau tidak salah ke Menur,” tuturnya. (MUHLIS/ROS/VEM)