SUMENEP, koranmadura.com – Said Abdullah Institute (SAI) dan Achmad Fauzi (AF) Peduli mengelar bakti sosial dengan membagikan belasan ribu paket sembako kepada masyarakat kurang mampu dan para abang becak, Kamis, 26 Maret 2020.
Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, kegiatan sosial ini juga dalam rangka merespons wabah Covid-19 kini menjadi pandemi global dan berdampak kepada hampir semua sendi kehidupan. Termasuk ekonomi masyarakat, khususnya yang kurang mampu.
“Contoh kecilnya, sejak sekolah diliburkan akibat wabah tersebut, sebagian warga berkurang penghasilannya, di antaranya adalah tukang becak. Wabah Covid-19 ini adalah duka kita semua,” ujar Achmad Fauzi.
Lebih lanjut, pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Sumenep itu menyampaikan bahwa, kegiatan bagi-bagi paket sembako itu juga bertujuan untuk merangsang kepedulian masyarakat yang memiliki kamampuan di Sumenep ini untuk ikut berbagi dengan masyarakat kurang mampu di tengah kondisi seperti sekarang.
Menurut dia, semakin banyak masyarakat yang berbagi dalam kondisi saat ini akan semakin bagus. “Kepedulian kita akan membantu mengurangi beban warga kurang mampu maupun warga yang terdampak penyebaran Covid-19,” tambahnya.
Kegiatan bagi-bagi paket sembako itu akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Dalam prosesnya SAI dan Achmad Fauzi Peduli melibatkan relawan yang selama ini selalu bekerja sama dalam kegiatan sosial. Di antaranya dari tim Veteranz, Jokotole, dan Relawan Cinta Sumekar.
“Kali ini kami juga melibatkan PC Muslimat NU Sumenep dalam pemdistribusian paket sembako ini. Alhamdulillah mereka berkenan membantu kami,” tambah suami Nia Kurnia Fauzi itu.
Selebihnya Fauzi berharap supaya warga tetap menjaga kesehatan diri dan keluarganya dengan harapan bisa terhindar dari segala macam penyakit. Khususnya wabah Covid-19 yang saat ini tengah menjadi perhatian dunia internasional.
“Selain membiasakan pola hidup sehat, mari kita juga senantiasa memanjatkan doa dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, Tuhan Maha Esa, agar dijauhkan dari apa pun yang dapat mengganggu keberlangsungan dan stabilitas hidup,” ajaknya.
Sekadar diketahui, di pertama pihaknya mendistribusikan sebanyak 11.432 paket sembako berisi 2,5 kilogram beras, dua mie instan, dan satu liter minyak goreng. Sebanyak 10.300 paket dibagikan warga kurang mampu di sejumlah desa di Kecamatan Ambunten. Sisanya, 1.132 paket, diberikan kepada para tukang becak.
“Mohon maaf karena distribusi paket sembako ini tidak bisa menjangkau seluruh warga kurang mampu di Sumenep. Kami juga memiliki keterbatasan. Tapi semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat untuk warga Sumenep,” paparnya. FATHOL ALIF/ROS/VEM