BANGKALAN, koranmadura.com – Salah satu dosen senior di kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Dr. Ir. H. Asfan, M.P. berpulang ke rahmatullah, Kamis, 12 Maret 2020. Beliau wafat karena terserang penyakit jantung.
Atas kepergiannya, pihak civitas akademika UTM dan para sahabat karib di profesi dosen mendatangi rumah kediaman, di Jl. KH. Abd. Karim, Kelurahan Pangeranan, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga besar almarhum. Tak hanya itu, banyak mahasiswa-mahasiswi almarhum di Fakultas Pertanian (FP) pun silih berganti mendatangi rumah duka.
Rektor UTM, Muh. Syarif merasa kehilangan atas wafatnya abah Asfan, sapaan akrabnya. Karena almarhum termasuk salah satu dosen senior yang mengajar tanpa mengenal lelah.
“Kami keluarga besar UTM merasa kehilangan atas wafatnya abah Asfan, karena beliau salah satu dosen senior di kampus,” kata Syarif, sapaan akrabnya di rumah kediaman almarhum.
Syarif menceritakan, bahwa almarhum termasuk salah satu dosen yang ikut serta membesarkan kampus UTM. Sebab menurutnya, almarhum ikut andil alih status dari Universitas Bangkalan (Unibang) swasta ke kampus negeri.
“Beliau salah satu dosen pertama sebelum kampus UTM ini jadi negeri. Dulu saat Unibang, beliau termasuk salah satu dosen pertama yang membesarkan kampus ini,” katanya.
Saat ini, beliau terpilih sebagai ketua Senat dua periode sejak tahun 2015-2023. Syarif mengaku saat menjabat rektor, dirinya sering berdiskusi dan meminta masukan terkait kemajuan kampus UTM.
“Karena beliau ketua Senat, dan dosen senior, maka saya sering diskusi dan sharing dengan almarhum saat masa hidupnya,” tuturnya.
Kebaikan dan keikhlasan beliau mengajar di program studi (Prodi) Teknologi Industri Pertanian, juga di saksikan oleh salah satu dosen FP, Mohammad Fuad. Menurutnya, saat memberikan pelajaran kepada mahasiswanya, almarhum selalu sabar.
“Abah Asfan orangnya baik, konsisten dalam mengayomi mahasiswanya saat mengajar dan memberikan bimbingan,” kata Fuad, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan bahwa, almarhum memiliki kepribadian yang jarang di miliki oleh teman sejawatnya. Katanya, saat menjabat Dekan Fakultas Pertanian tahun 1998-2002 almarhum bisa memposisikan dirinya di manapun ia berkonunikasi.
“Kapan beliau komunikasi dengan bawahan, atasan dan kolega-kolega sesama dosen, beliau selalu bisa memposisikannya” katanya.
Sekadar diketahui, almarhum lahir pada tahun 1957. Pada umur ke 63 ia mengembuskan napas terakhirnya. Selama di UTM, almarhum mengabdikan dirinya sebagai tenaga pengajar selama 34 tahun, kira-kira masuk sekitar tahun 1986. Selain menjabat sebagai ketua Senat dan Dekan FP, ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris LPPM UTM tahun 2003-2008 dan Wakil Dekan 1 FP tahun 1987-1993.
Semantara perjalanan pendidikannya, almarhum menyelesaikan S1 di Universitas Gajah Mada, lalu menlanjutkan S2 ke Univeraitas Brawijaya. Akhirnya ia menyelesaikan S3 di Univeraitas Airlangga pada tahun 2015. (MAHMUD/SOE/DIK)