KORANMADURA.com – Andre Eko (31), diamankan polisi karena menyelinap dan mencabuli santriwati di sebuah pesantren putri. Siapa sangka, pelaku merupakan seorang aktivis dakwah di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Pekerjaannya (pelaku) dia aktivis dakwah di masjid-masjid,” ujar Kanit PPA Polrestabes Makassar Iptu Ismail, Sabtu, 14 Maret 2020.
Namun Ismail mengatakan pelaku tak berdakwah di pesantren putri tersebut. Pelaku hanya tinggal di sekitar pesantren.
“Dia itu sepertinya sudah sering masuk ke area pesantren setiap subuh, jadi setiap subuh dia masuk ke pesantren salat subuh,” ujar Ismail.
Ismail menceritakan kasus ini telah diselidiki sejak akhir Januari 2020 lalu. Ismail mengatakan pihaknya menerima laporan bahwa pada Senin (20/1) sekitar pukul 05.00 Wita, pelaku mendapati salah satu pintu kamar di peantren putri terbuka. Pelaku yang sudah sering menumpang salat subuh di pesantren itu kemudian melihat korban tertidur.
“Begini, dia kan sudah sering ke situ, ke area pesantren itu. Pada hari kejadian dia melihat ada kamar di pondok itu yang terbuka, teman-temannya korban itu dia pergi salat yang lain,” ujar Ismail.
Selanjutnya, pelaku melakukan onani di dekat korban yang tertidur. Namun korban bangun saat mendengar ikamah di masjid dan kaget melihat perbuatan pelaku.
Pelaku yang diduga kalap langsung mengambil pisau di atas lemari saat kepergok onani. Diduga pelaku tambah kalap sehingga ingin memerkosa korban.
“Tapi karena korban ketakutan, dia berteriak, saat itulah pelaku mencabuli korban,” ujar Ismail.
Pelaku memegang sejumlah bagian tubuh korban. Beruntung korban dapat memberontak dan membuat pelaku keluar kamar.
Sebelumnya diberitakan, kejadian ini terjadi di salah satu pesantren khusus putri di Makassar. Korban yang dicabuli merupakan santriwati berusia 20 tahun. (DETIK.com/ROS)