SUMENEP, koranmadura.com – Sejak virus Corona atau belakangan disebut Covid-19, yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Hubie, China, menjadi wabah global, nyaris semua sektor terpengaruh.
Salah satu sektor yang turut terpengaruh ialah pelaksanaan ibadah umrah. Sejak beberapa waktu lalu, Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara gelombang jemaah umrah ke Tanah Suci. Termasuk jemaah dari Indonesia.
Informasi yang berkembang, hingga sekarang belum ada kepastian kapan Pemerintah Arab Saudi mencabut kebijakan barunya tersebut atau sampai kapan penutupan sementara akan berlaku.
Bahkan belakangan, menyusul kebijakan tersebut, tersebar isu bahwa Pemerintah Arab Saudi akan menutup pelaksanaan ibadah umrah selama satu tahun. Benarkah?
Dikonfirmasi mengenai informasi tersebut, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Rifa’i Hasyim, memastikan kabar itu tidak benar.
“Saya kurang tahu informasi itu dari mana sumbernya. Tapi yang jelas kemarin Bapak Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Timur menyatakam bahwa informasi tersebut tidak benar,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya calon jemaah umrah agar tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika ada isu, sebaiknya ditanyakan langsung kepada otoritas terkait. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)