SUMENEP, koranmadura.com – Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten yang ada di Pulau Madura. Secara administrasi, kabupaten ini termasuk wilayah Provinsi Jawa Timur.
Sumenep terdiri dari 27 kecamatan yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan. Total kabupaten ini terdiri dari 126 pulau. Namun tak semuanya berpenghuni.
Dari Surabaya, yang merupakan Ibu Kota Jawa Timur, untuk sampai di Sumenep butuh sekitar 3-4 jam perjalanan darat. Sementara jika menggunakan pesawat, hanya butuh sekitar 30 menit dari Bandara Juanda ke Bandara Trunojoyo di Sumenep.
Kabupaten yang saat ini dipimpin KH. A. Busyro Karim bersama Achmad Fauzi sebagai Bupati dan Wakil Bupati memiliki potensi alam yang cukup luar biasa. Tidak hanya berupa kandungan minyak dan gas, namun juga wisata. Bisa dibilang, Sumenep adalah “Kota Seribu Wisata”.
Destinasi wisata yang ada di kabupaten ini cukup komplit. Mulai dari wisata kuliner, wisata budaya, wisata religi, wisata buatan, wisata sejarah, dan yang paling memukau adalah wisata alam.
Jika ke Sumenep, ada beberapa destinasi wisata yang tak akan rugi jika mengunjunginya. Pertama, Anda bisa berkunjung ke Pantai Lombang di Kecamatan Batang-Batang. Di sini Anda tidak hanya akan disuguhi pemandangan berupa pasir putih nan bersih, tapi juga hamparan cemara udang.
Bahkan jika ingin menghirup oksigen tertinggi kedua di dunia, Anda bisa berkunjung ke destinasi wisata kesehatan di Pulau Giliyang. Dari Pelabuhan Dungkek, hanya butuh waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam menggunakan perahu.
Wisata alam lainnya yang tak kalah menarik adalah Pulau Gili Labak, Pantai Sembilan di Pulau Giligenting, atau Pantai Slopeng di Kecamatan Dasuk. Selain beberapa destinasi tersebut, masih banyak lagi destinasi yang bisa Anda kunjungi di Sumenep ini.
Sementara jika sedang ada di wilayah Kota, Anda bisa menjadikan Masjid Agung Sumenep sebagai salah satu tujuan. Masjid ini cukup iconik dengan perpaduan antara arsitektur China, Eropa, Jawa dan Madura.
Di wilayah Kota ini Anda juga bisa mengunjungi Keraton Agung Sumenep atau Anda bisa berkunjung ke Asta Tinggi, tempat peristirahatan terakhir Raja-raja Sumenep di masa lalu dan para keluarganya.
Selama di Sumenep Anda juga tidak perlu khawatir untuk mencari tempat menginap. Sebab sejak beberapa tahun terakhir, di kabupaten ini sudah banyak berdiri hotel yang cukup representatif. Di antaranya ialah de Baghraf Hotel, satu-satunya hotel bintang tiga di daerah ini.
Sedangkan bagi Anda yang ingin berinvestasi di sektor pariwisata di Sumenep, tak perlu khawatir. Sebab dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kunjungan wisata ke Sumenep terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, pada tahun 2014 lalu kunjungan wisatawan ke Sumenep masih 544.623 orang dengan perincian 378 wisatawan mancanegara dan 544.245 wisatawan domistik.
Di tahun 2015, jumlah kunjungan wisata ke Sumenep meningkat menjadi 623.343 orang. Wisatawan mancanegara 417 orang, sementara wisatawan domistik 623.343 orang.
Peningkatan jumlah kunjungan wisata tetap berlanjut di tahun 2016. Saat itu wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumenep mencapai 1.332 orang. Sedangkan wisatawan domistik 854.614 orang. Total mencapai 855.946.
Di tahun 2017 kunjungan wisatawan ke Sumenep tembus 1 juta, yakni 1.051.145 orang, dengan wisatawan mancanegara mencapai 4.036 orang dan domistik 1.047.109 orang.
Berikutnya di tahun 2018. Jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini sebanyak 1.288.019 orang. Saat itu jumlah wisatawan mancanegara ialah 2.694 orang dan domistik 1.285.325 orang.
Tahun lalu, kunjungan wisatawan ke Sumenep kembali mengalami peningkatan menjadi 1.498.486 orang; 1.612 wisatawan mancanegara dan 1.496.874 orang. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)