SAMPANG, koranmadura.com – Terinspirasi dengan penanganan wabah virus pandemik Corona (Covid-19) di negara Vietnam, dua pemuda asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kini menciptakan sebuah Alat Pelindung Diri (APD) berupa bilik sterilisasi Basmi korona (Basko)
Dua pemuda pembuat salah satu jenis APD itu yakni Fauzil Ashghariansyah (29), warga asal Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh dan Ach Yusuf Nurfadillah Arifin (25), warga jalan Semeru, Kelurahan, Rongtengah, Sampang. Kedua pemuda ini memelopori sebuah teknologi dengan menggunakan sistem ozon menyerupai embun dan sedikit penggunan daya energi listrik (low energy).
“Sebenarnya sih teknologi ini sudah umum dan kami bersama sejumlah pemuda Sampang kemudian terinspirasi dengan penanganan wabah corona di Vietnam. Di negara itu, nol persen angka kematiannya, karena di sana menerapkan sterilisasi di segala tempat, baik di perkantoran, tempat umum dan tempat strategis lainnya, sehingga saat pulang ke rumah dalam keadaan steril,” akunya saat launcing sekaligus menghibahkan hasil karyanya ke pihak RSUD Muhammad Zyn Sampang, Jumat, 27 Maret 2020.
Menurutnya, Basko hasil karyanya diyakininya dapat mencegah penyebaran bahkan membunuh virus corona yang menempel di seluruh tubuh seseorang secara meyeluruh karena rancangan alat yang dibuatnya menggunakan sistem ozon (embun). Dengan sistem itu, bahan cairan disinfektan dapat menyeluruh membunuh corona yang menempel di seluruh tubuh karena cairan itu bentuknya seperti embun beterbangan.
“Bahan disinfektan yang paling efektif sih sebenarnya bahan alkohol kadar 70 persen, tapi sekarang harganya melambung. Sehingga kami memakai cairan disinfektan jenis lain yang mengadung klorin yang terdapat pada bahan bayclean dan semacamnya. Tapi takaran kadar klorin di bahan itu kami turunkan hingga 0,5 persen sehingga aman bagi kulit karena tidak dapat menyebabkan iritasi kulit. Tapi sekali lagi kami tegaskan, alat ini bukan untuk menyembuhkan orang yang sudah terpapar corona, alat ini hanya untuk pencegahan penyebaran dan itu sangat efektif memutus penyebaran corona ini seperti yang dilakukan Vietnam,” jelasnya.
Selain itu, alumnus Politeknik elektro ini mengaku, untuk membuat satu unit bilik itu hanya membutuhkan waktu selama tiga hari. Namun pembuatan APD itu tidak begitu mahal karena menggunakan alat sederhana.
“Kami membuatnya bersama-sama. dapat dukungan DPRD juga biayanya. sebenarnya kami ingin memproduksi yang banyak, cuma kendalanya modal. Satu unit alat ini dipatok seharga Rp 8 juta. Dan kami hanya ambil keuntungan 10 persen yang rencananya keuntungan itu nantinya dibuat untuk memproduksi kembali sebagai donasi kami membantu pencegahan terlebih di hibahkan ke masjid-masjid,” ungkpanya.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Sampang, Fadol mengaku hasil kreasi yang dihasilkan pemuda Sampang tersebut dinilainya bermanfaat digunakan sebagai salah satu APD yang disediakan di segala tempat sebagai upaya pencegahan mewabahnya virus pandemik covid-19 di Sampang.
“Seharusnya alat seperti ini dimanfaatkan oleh pemkab sendiri dan di tempatkan di semua fasilitas umum seperti perkantoran, terminal, puskesmas dan tempat umum lainnya. Kami sebenarnya sudah mengomunikasikan kepada pemkab soal APD ini, karena kami berharap pemkab lebih pertama yang memanfaatkan alat ini sebelum di luaran. Apalagi sekarang para pemuda ini masih ingin mengembangkan teknologi disinfektan bagi pengguna kendaraan sepeda motor, dan pemkab harus peka terhadap karya anak-anak Sampang ini,” terangnya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Penunjang RSUD Muhammad Zyn Sampang, Qim Aguinaldo mengatakan, wabah pendemik corona yang sudah mendunia ini memang perlu disikapi serius. Sehingga adanya karya dari pemuda Sampang ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mencegah penyebaran corona di wilayahnya.
“Hasil karya pemuda sampang itu merupakan wujud kepedulian mereka terhadap masyarakat. Dan alat itu relatif efektif karena cukup mudah digunakan sehingga karyawan maupun pengunjung bisa masuk menyeterilkan seluruh badannya. Apalagi di RSUD sudah disediakan alat deteksi suhu tubuh menggunakan termometer infra red, jadi gabungan APD yang ada ini dapat mencegah dari rantai penularan covid-19. Kami mewakili ibu Dirut, mengucapakan banyak terimakasih atas hibah APD disinfektan yang diberikan oleh para pemuda Sampang ini,” ungkapanya. (MUHLIS/ROS/VEM)