PAMEKASAN, koranmadura.com – Komisi I DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur menilai Dinas Perhubungan tidak serius dalam merealisasikan Terminal Kargo/Barang di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan.
Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Imam Khozairi mengatakan bahwa dinas terkait berjanji akan merealisasikan terminal khusus kargo tersebut bulan dua kemarin. Namun sampai sekarang tidak jelas.
“Janjinya bulan dua kemarin, maka Komisi 1 langsung bergerak ke Dishub,” kata Komisi I Imam Khozairi, Selasa, 24 Maret 2020 usai sidak ke kantor Dishub.
Pihaknya meminta kepada dinas terkait untuk segera merealisasikan terminal tersebut agar bisa difungsikan dan dimaksimalkan untuk bongkar barang. “Permintaan kita, segeralah difungsikan,” pintanya.
Menanggapi permintaan Komisi I, Sekretaris Dishub Pamekasan, Agus Budi Santoso mengatakan untuk sarana dan prasarana terminal sudah siap, namun pihaknya mengaku terkendala sarana air bersih.
“Kalau sarana dan prasarana itu sudah siap, hanya satu kendala yaitu sarana air bersih. Nanti kalau kita operasikan di sana, banyak kendaraan parkir, kalau mau buang air kecil atau mau salat tidak menemukan air, gimana?,” katanya.
Saat ini, lanjut Agus, sambil menunggu dioperasikan, Terminal Kargo masih ditempati pipanisasi.
“Sementara kita masih menunggu, kebetulan ada kegiatan pipanisasi, gudang masih dipinjam untuk menempatkan pipa-pipa. Mohon doanya, semoga segeras terealisasi,” jelasnya tanpa memastikan kapan akan dioperasikan. (SUDUR/SOE/DIK)