SUMENEP, koranmadura.com – Sungguh mulia apa yang dilakukan oleh salah seorang guru di Sumenep, Madura, Jawa Timur, ini. Di tengah pandemi Covid-19, ia rela meluangkan waktunya keliling mengungjungi rumah murid-muridnya untuk sekadar mengajar.
Namanya Avan Fathurrahman. Pria berusia 39 tahun ini mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batuputih Laok III, Kecamatan Batuputih. Kisahnya menjadi viral dalam beberapa terakhir setelah ia berbagi pengalaman di akun Facebook.
Kisahnya berawal dari adanya kebijakan pemerintah agar kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah masing-masing sebagai bagian dari upaya mengantisipasi meluasnya penyebaran virus korona atau Covid-19.
Pertama kebijakan itu diberlakukan, Guru Avan belum memiliki inisiatif untuk keliling ke rumah-rumah muridnya untuk mengajar. Ia mengira kebijakan tersebut tak akan berlangsung lama.
Namun ternyata, kebijakan tersebut terus diperpanjang karena pandimi masih terus menerjang. Hal itulah yang kemudian membuat dirinya mencari cara agar kegiatan belajar mengajar terus berlangsung.
Awalnya dia mencoba menghubungi nomor telefon orangtua murid-muridnya untuk menyampaikan pelajaran. Namun tak berlangsung mulus. “Karena rata-rata orangtua mereka kerjanya di sawah. Sehingga tidak efektif,” tuturnya, Minggu, 19 April 2020.
Karena tak bisa menggunakan cara seperti itu, Guru Avan kemudian berinisiatif mengirim mata pelajaran yang ingin disampaikan melalui WhatssApp dengan cara difoto. Harapannya foto materi itu disampaikan ketika orangtua murid-muridnya sudah pulang ke rumah masing-masing.
Lagi-lagi cara ini tak bisa diterapkan. Sebab sebagian besar orangtua muridnya tidak memiliki telefon pintar (smartphone). “Hanya punya HP tapi bukan smartphone. Bingung lagi jadinya saya,” tambah dia.
Melihat kondisi yang seperti itu, akhirnya dia memutuskan untuk keliling ke rumah-rumah muridnya untuk menyampaikan mata pelajaran. “Di lapangan memeng benar, mereka tidak memiliki smartphone,” tuturnya.
Pernah di awal-awal, ada yang menyampaikan kepada dirinya bahwa ada salah seorang wali siswa yang sampai mencari pinjam uang untuk membeli smartphone. Hal itu yang membuat dirinya semakin termotivasi. “Waktu itu saya larang. Biar tidak terlalu membebani. Biar saya yang datang,” ujar pria yang tinggal di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan itu.
Sekadar diketahui, jarak antara Kecamatan Batuan ke Desa Batuputih Laok sekitar 21 kilo meter. Jarak itu yang harus Pak Guru Avan tempuh sehari-hari untuk menunaikan tugasnya turut serta mencerdaskan anak bangsa.
Di sela-sela mengajarnya, tak lupa ia juga selalu mengingatkan kepada murid-muridnya, termasuk para orangtuanya, untuk selalu menjaga pola hidup sehat, memakai masker saat hendak keluar rumah, rajin cuci tangan, dan tidak keluar rumah jika tak mendesak, sebagai salah satu ikhtiar mengantisipasi semakin meluarnya penyerabaran virus korona. FATHOL ALIF/VEM