SUMENEP, koranmadura.com – Menghadapi pandemi Covid-19, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, melayangkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) dan masker untuk masyarakat Pulau Sapudi.
Pasalnya, ada 30 APD yang diberikan pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Nonggunong dan 200 masker yang disebarkan pada elemen masyarakat, Rabu, 22 April 2020.
Penyaluran bantuan masker tersebut tangani langsung oleh Tim Kesehatan Puskesmas Kecamatan Nonggunong yang bertempat di Pasar Desa Sokaramme, dengan melibatkan Formpimka, Polsek dan Danramil Pos (Danpos), serta beberapa pemuda setempat.
Kepala Tata Usaha Puskesmas Nonggunong, H Hasbullah mengatakan bahwa, bantuan tersebut murni dari Bapak Ahmad Fauzi secara pribadi, karena menurutnya melalui bantuan temannya di daratan, ia menyambungkan komunikasi dan ternyata langsun direspon oleh Wakil Bupati.
“Bantuan ini murni dari anggara pribari bapak Wabub, sebagai bentuk amal jariyah yang ia berikan untuk masyarakat Pulau Sapudi,” ujarnya.
Selanjutnya, ia mengaku bahwa, sangat senang sekali terhadap adanya bantuan tersebut. Ia menilai memang sudah sejak awal berharap adanya bantuan seperti ini.
“Karena kami dari tim kesehatan hanya memiliki alat yang sangat terbatas pada saat melakukan sterilisasi di lapangan,” tegasnya.
Ia juga menghimbau pada masyarakat Pulau Sapudi pada umumnya, dan mayarakat Nonggunong pada khususnya agar supaya selalu mengikuti anjuran pemerintah, termasuk rajin mencuci tangan, memakai masker dan menetap di rumah kecuali ada kepentingan yang urgen.
“Terutama perantau yang baru datang dari zona merah, harap agar berdiam diri dirumah terlebih dahulu dan jaga jarak dari masyarakat, demi kebaikan bersama,” harapnya.
Ditempat yang sama, salah seorang pengunjung pasar, Aida menyampaikan, sangat berterima kasih kepada Wakil Bupati Sumenep, karena telah memberikan masker gratis pada masyarakat. Menurutnya, hal ini sangat baik jika masyarakat bisa sadar untuk menggunakan masker pada saat keluar rumah untuk mencegah wabah Covid-19 yang membahayakan itu semakin meluas.
“Neka begus, ben minimal masyarakat awam bisa ngarte jhe’ panyakek neka lakar kodu ngastete, soalla sanget mematikan (Ini bagus dan minimal masyarakat awam bisa mengerti, kalau penyakit ini memang harus berhati-hati, karena sanagat mematikan),” tuturnya, dalam bahasa Madura. (TIM/ROS/DIK)