SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah petani di daerah Kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai memasuki panen raya. Hal itu dilakukan di tengah wabah Covid-19. Meski begitu, petani tetap semangat melakukan panen raya.
“Di Pulauan Kangean dengan segala keterbatasan, petani tetap melakukan panen padi di sawah, itu untuk bisa mensukseskan program ketahanan dan swasembada pangan khususnya di kepulauan Sumenep. Ini sebagai upaya dalam mempertahankan pangan ditengah wabah Covid-19,” kata Badrul Aini, Anggota DPRD Sumenep dari Kepulauan, Rabu, 1 April 2020.
Dikatakan, akibat pandemi Covid-19 ekonomi masyarakat di daerah kepulauan nyaris lumpuh. “Salah satu cara bertahan, petani warga kepulauan adalah memaksimalkan lahan pertanian agar saat kepulauan terisolir masyarakat bisa bertahan hidup,” jelasnya.
Luas tanaman padi yang dipanen saat ini sekitare 4 ribu hektar dengan jumlah Kelompok Tani (Poktan) lebih 100 kelompok di Pulau Kangean. Pulau Kangean terdiri dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kengayan.
Sementara produksi gabah setiap tahun di Kecamatan Arjasa mencapai sekitar 75 ribu ton dengan luas area lahan pertanian sekitar 13.172 hektare.
“Kami harap nanti bisa mengirim hasil panen berupa padi dan beras ke daerah lain, misalnya ke pulauan tetangga seperti Pulau Sapeken dan bahkan ke daratan Sumenep,” jelasnya.
Meski begitu dirinya mengimbau kepada petani untuk terus memerangi penyebaran Covid-19 mengikuti protokol WHO dengan selalu mencuci tangan dan menjaga jarak. “Sehingga Indonesia segera terbebas dari wabah Virus Corona ini,” tegasnya. (JUNAIDI/ROS/VEM)