SAMPANG, koranmadura.com – Nasib nahas dialami AA, bocah berusia enam tahun asal warga Dusun Kolo Timur, Desa Apa’an, Kecamatan Pangarengan, yang ditemukan tewas tenggelam di tambak yang berlokasi di sekitar area penampungan air milik PT Garam, di Dusun Lembanah, Desa Pengarengan, Kabupaten setempat.
Kasubag Humas Polres Sampang, Aipda Yoyok YP membenarkan peristiwa bocah tenggelam tersebut. Pihaknya menceritakan, peristiwa tersebut bermula ketika korban ikut ayah dan pamannya berangka ke area tambak untuk menjaring ikan menggunakan sepeda motor.
Setiba di tambak sekitar pukul 08.25 wib, ayah dan paman korban kemudian turun ke tambak untuk menaruh jaring ikan, sedangkan korban sedang duduk di tanggul tambak.
“Usai naruh jaring ke tambak, ayah dan paman korban kemudian kembali ke atas dan duduk bersama dengan korban. Sekitar pukul 09.00 WIB, ayah dan paman korban turun kembali untuk mnegambil jaring ikan tadi. Sedangkan korban tetap berada di atas dan sedang bernyanyi. Namun selang beberapa menit, nyanyian korban tiba-tiba menghilang. Karena tidak lagi terdengar suara nyanyian korban, paman korban kembali ke atas tanggul untuk memastikan keberadaan ponaannya,” ceritanya, Kamis, 23 April 2020.
Karena ponakannya tidak ada, akhirnya sang ayah dan paman mencarinya. Namun tak lama kemudian, korban pun ditemukan tidak bernyawa karena tenggelam.
“Korban pun dibawa ke Puskesmas setempat. Mendengar informasi itu, sekitar pukul 11.30 WIB, petugas Kapolsubsektor beserta anggota dan Pos Ramil Pangarengan kemudian mendatangi TKP,” jelasnya.
Lanjut Aipda Yoyok menegaskan, adanya peristiwa itu, pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut untuk diproses secara hukum. (Muhlis/SOE)