SUMENEP, koranmadura.com – Para jurnalis di lingkungan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak pandemi Covid-19, Rabu, 15 April 2020.
Bantuan berupa paket sembako itu disalurkan, di antaranya, kepada para abang becak, tukang ojek, pedagang klontong, pasukan kuning, dan warga kurang mampu di wilayah Kota Sumenep. Pembagiannya dilakukan dengan sistem hunting atau mendatangi para penerima di tempatnya masing-masing.
Baca: Komunitas Jurnalis Sumenep Buka Posko Gotong Royong Lawan Covid-19
Dalam pelaksanaannya, KJS tidak bergerak sendiri. Bantuan tersebut sebagian besar adalah donasi beberapa pihak yang disalurkan melalui Posko Gotong Royong Melawan Covid-19.
Beberapa pihak yang memiliki kemampuan dan kepedulian terhadap sesama yang telah menyalurkan bantuan melalui KJS kali ini ialah: SKK Migas, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Kangean Energy Indonesia (KEI), Energi Mineral Langgeng (EML), Polres Sumenep, dan Wirausaha Muda Sumenep (WMS).
“Kegiatan kali ini merupakan bentuk kepedulian kami dan beberapa pihak terhadap warga Sumenep yang merasakan dampak pandemi Covid-19, khususnya mereka dari kalangan menengah ke bawah,” ujar Ketua KJS, Ahmad Sa’ie.
Jurnalis senior ini menyampaikan terima kasih kepada beberapa pihak tersebut karena telah berkenan menyalurkan bantuan melalui Posko Gotong Royong Melawan Covid-19 yang dibuka KJS.
“Semoga bantuan yang kami salurkan kali ini dapat bermanfaat dan mengurangi beban mereka yang pendapatannya menurun drastis imbas pandemi Covid-19,” tambahnya, berharap.
Selain bantuan berupa sembako, KJS juga menyalurkan bantuan APD berupa masker serta hand sanitezer, khususnya kepada sesama kuli tinta yang bekerja di wilayah Sumenep. “Jurnalis juga berada di garda terdepan dalam menyampaikan infornasi tentang Covid-19,” urai Sa’ie.
Melalui bantuan tersebut, lanjutnya, KJS ingin mengajak para jurnalis di Sumenep agar lebih waspada dan memperhatikan keselamatan saat liputan tentang Covid-19. “Karena seperti sering kita dengar, tak ada berita seharga nyawa,” tegasnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)