SAMPANG, koranmadura.com – Ketersediaan alat rapid tes untuk mendeteksi Covid-19 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, masih sangat terbatas. Padahal di satu sisi, jumlah Orang Dalam Risiko (ODR) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) masih terus bertambah.
Terkait hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Sampang, Amin Arif Tirtana mengatakan ketersediaan alat pendeteksi Covid-19 saat ini sangat penting untuk mempercepat upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.
“Minimnya ketersediaan alat pendeteksi Covid-19 ini perlu menjadi perhatian bersama, khususnya oleh Satgas Covid-19 kabupaten. Apalagi saat ini begitu banyak warga keluar-masuk wilayah Kabupaten Sampang” ujarnya, Kamis, 9 April 2020.
Oleh karena itu, pihaknya menyarankan kepada eksekutif, khususnya Satgas untuk segera meminta kepada pemerintah provinsi maupun pusat. “Saya rasa kalau pemerintah mau serius ingin memutus mata rantai penyebaran virus ini, pemerintah pusat maupun provinsi harus memperbanyak alat itu,” katanya.
Sementara Ketua Klaster Bidang Kesehatan Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang, Asrul Sani saat dikonfirmasi mengenai ketersediaan alat medis rapid tes mengakui jika di Sampang jumlahnya saat ini terbatas. “Kalau rapid tes hanya ada 60 unit yang sudah disiapkan,” ujarnya.
Menurut dia, rapid tes yang ada hanya tersedia di RSUD Muhammad Zyn Sampang. Sedangkan di posko-posko pencegahan tidak disediakan alat itu. “Alasannya, ya, karena ketersediannya terbatas. Jadi rapid tes itu hanya untuk prioritas ODP dan PDP,” papar Asrul.
Selebihnya ia menyampaikan bahwa alat rapid tes sebanyak 60 unit itu bukan hasil pengadaan yang melalui APBD, melainkan dari pemerintah provinsi. “Alat itu (Rapid tes) dari provinsi,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, berdasarkan peta sebaran penanggulangan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sampang, per 7 April 2020, diketahui jumlah warga yang masuk kategori ODR sebanyak 7.545 orang, ODP 242 orang, PDP dan positif nihil. Sedangkan per 8 April, bertambah menjadi 7.964 ODR dan 253 ODP. (MUHLIS/FAT/DIK)