SUMENEP, koranmadura.com – Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Baddrut Tamam menyebut bahwa, potensi koalisi antara PKB dan PPP pada pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep mendatang merupakan keinginan terpendam (silent hope) masyarakat.
Menurut Baddrut, PKB-PPP adalah ‘rumah utama’ di Kabupaten Sumenep. Kedua partai politik tersebut memiliki keterpaduan dari sisi kultur. Meski secara organisasi keduanya berbeda.
“Saya kira itu (koalisi PKB-PPP, red) silent hope dari hampir mayoritas masyarakat. Keinginan terpendam dari masyarakat Sumenep bersatu padu. Kami menangkap keinginan terpendam itu agar PPP-PKB, PKB-PPP,” ujarnya.
Jika potensi koalisi seperti itu yang terjadi, apakah artinya posisi calon bupati dari PKB, dan wakilnya dari PPP? “Nanti akan kami bicarakan,” jawab pria yang saat ini menjabat sebagai Bupati Pamekasan itu.
Lalu bagaimana tanggapan PPP, khususnya di Sumenep, mengenai hal tersebut? “PKB-PPP itu ideal. Harus ketemu. Hijau-hijau,” ujar Ketua DPC PPP Sumenep, KH. Muhammad Salahuddin A. Warits.
Namun demikian, menurut pria yang akrab disapa Ra Mamak itu, hal tersebut masih membutuhkan pembicaraan lebih lanjut dari masing-masing tingkatan partai.
Lalu, bagaimana jika nantinya Ra Mamak sendiri yang direkomendasikan untuk di posisi bakal calon wakil bupati? “Ini kalau saya sampaikan sekarang spekulatif nanti. Ditunggu saja. Yang jelas, saya daftar di PKB sebagai calon bupati, bukan sebagai calon wabup,” tegasnya.
Sekadar diketahui, DPP PKB telah mengeluarkan surat tugas kepada Fattah Jasin untuk menggalang dukungan atau melakukan komunikasi dan konsilidasi politik menghadapi pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep mendatang.
Fattah Jasin sendiri sebenarnya bukan kader partai PKB. Ia adalah seorang birokrat yang mendaftar ke PKB sebagai bakal calon bupati melalui DPC PKB Sumenep beberapa tokoh lainnya, termasuk KH. Muhammad Salahuddin A. Warits.
Meski belum mendapat rekomendasi partai dan baru menerima surat tugas, Fattah Jasin mengklaim bahwa, dirinya telah diberi mandat untuk jadi calon bupati pada pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep.
“Saya di surat tugas itu sudah diberi amanah, diberi mandat untuk jadi calon bupati dari PKB,” kata pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bakorwil Pamekasan itu, Minggu, 12 April 2020.
Menurut Fattah Jasin dalam surat tugas yang telah diterima, dirinya diminta melakukan komunikasi dan silaturrahmi untuk mendapat koalisi dalam rangka mendapatkan bakal calon wakil bupati. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)