SUMENEP, koranmadura.com – Dua warga asal Desa/Pulau Pagerungan Basar, Kecamata/Pulau Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur meninggal dunia. Mereka berdua meninggal di tepi pantai, Sabtu, 4 April 2020 sekitar pukul 08.00 Wib.
“Ia saya dapat kabar ada dua warga yang meninggal, semuanya perempauan,” kata Badrul Aini, Anggota DPRD Sumenep dari Kepulauan, Sabtu, 4 April 2020.
Menurutnya, hasil teleconference dengan Saifuddin (45), warga Desa/Pagerungan Pagerungan Besar, dua warga yang meninggal bernama Vera (30), salah guru TK dan Hambiya (50). Keduanya merupakan warga Dusun 1 Desa/Pagerungan Pagerungan Besar.
Dia menceritakan, pagi itu terdapat empat hingga lima anak kecil yang mandi di pantai dengan menggunakan sampan dan gabus. Selang beberapa saat kemudian, salah satu anak tenggelam.
Kemudian Hambiya mencoba untuk menyelamatkan cucunya, hanya saja Hambiya ikut tenggelam sehingga tidak bisa diselamatkan. “Kalau anak-anak yang mandi selamat semua, hanya dua orang itu yang tidak bisa diselamatkan,” jelas Badrul.
Saat ini, kata dia, jenazah keduanya sudah dipulangkan ke rumah masing-masing dengan menggunakan ambulance roda tiga.
Untuk diketahui Pulau Pagerungan Besar merupakan pulau kecil yang masuk kawasan Pulau Sapeken dan daerah terluar di Kabupaten Sumenep. Secara giografis antara Sumenep daratan sangat jauh karena posisinya berada di Laut Bali, lebih dekat ke Pulau Lombok di bagian selatan dan Kalimantan Selatan di bagian utara.
Meskin begitu pulau itu kaya akan sumber Migas, saat ini terdapat kontraktor kontrak kerja sama (K3S) yang beroperasi di pulau itu. (JUNAIDI/ROS/VEM)