SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menganggarkan sebesar Rp 750 juta untuk pelaksanaan operasi pasar. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pemerintah untuk menstabilkan dampak ekonomi akibat pandemi covid-19.
“Operasi pasar sudah kami lakukan sejak 2 April, dan puncaknya 21 April 2020 untuk kecamatan daratan,” kata Agus Dwi Syahputra, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Sumenep, Jumat, 17 April 2020.
Pelaksanaannya kata dia dilakukan dengan cara berkerjasama dengan pihak kecamatan. Saat ini sudah 15 dari 18 kecamatan daratan yang telah selesai melakukan operasi pasar. Salah satunya di Kecamatan Pragaan, Pasongsongan dan Kecamatan Dungkek.
Kabupaten Sumenep terdiri dari 334 desa/kelurahan yang tersebar di 27 kecamatan, baik kecamatan daratan maupun kepulauan. Sedangkan jumlah pulau sebanyak 126, baik yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni.
“Sasarannya semua kecamatan, untuk daerah kepulauan kami jadwalkan ulang menyesuaikan dengan jadwal kapal,” jelasnya.
Saat ini terdapat dua jenis transportasi yang dipakai masyarakat kepulauan dari daratan, yakni transportasi laut dan udara. Pemerintah Daerah memiliki dua kapal motor perintis (KMP) yang beroperasi.
“Setiap titik kami alokasikan sebanyak 500 paket sembako,” tegasnya.
Sementara sasaran penerima lanjut Agus, diberikan kepada warga yang kurang mampu dan tidak tercover sebagai penerima bantuan pemerintah.
“Sasaran utama bagi warga yang kurang mampu di luar penerima PKH dan bantuan lain dari pemerintah,” ungkapnya.
Hasil pantauan Disperindag di sejumlah pasar tradisional, harga sejumlah komoditi masih stabil. Yang mengalami kenaikan drastis hanya gula pasir. “Harga gula pasir saat ini berkisar Rp18-20 ribu perkilogram. Itu karena permintaan lebih tinggi dari produksi, dan itu berlaku secara nasional,” jelasnya. (JUNAIDI/SOE/DIK)