SUMENEP, koranmadura.com – Pandemi Covid-19 berdampak sistemik. Banyak kegiatan terpaksa tidak bisa dilakukan seperti biasanya. Termasuk belajar mengajar.
Guru terpaksa harus mengajar dari rumahnya masing-masing. Murid pun demikian. Kegiatan belajar mengajar kini harus melalui sistem dalam jaringan (daring) atau online.
Di kota-kota besar aktifitas semacam itu mungkin tidak jadi persoalan. Namun di pelosok-pelosok desa, aplikasinya tidak segendang-sepenarian dengan harapan.
Bahkan di Sumenep, Madura, Jawa Timur, ada salah seorang guru yang keliling ke rumah-rumah muridnya untuk bisa menyampaikan pelajaran karena sarana yang ada tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar jarak jauh.
Ya, Pak Guru itu namanya Avan Fathurrahman. Ia membagikan kisahnya di akun Facebook pada 16 April 2020 lalu. Kisahnya pun viral. Hingga kini, Minggu, 19 April 2020, ceritanya telah dibagikan lebih dari 8 ribu kali, mendapat komentar lebih dari 4 ribu, dan disukai 18 ribu lebih.
Saat dihubungi koranmadura.com, ia bercerita banyak hal tentang aktifitasnya. Termasuk motivasi dirinya keliling ke rumah-rumah muridnya di SDN Batuputih Laok III, Kecamatan Batuputih.
Menurut dia, dalam sehari dirinya bisa mengunjungi sembilan sampai 11 rumah murid-muridnya di Kecamatan Batuputih. Semua itu ia lakukan agar murid-muridnya tetap menerima asupan gizi pengetahuan di tengah seperti sekarang.
Meski di SDN Batuputih Laok III ia hanya punya tugas mengajar di kelas VI, namun dalam kondisi seperti sekarang Pak Guru Avan juga menyempatkan diri mengajar murid di luar kelas IV. “Semua saya datangi. Meski bukan kelas enam. Karena siswa saya di kelas enam juga sedikit,” tuturnya.
Dalam prosesnya, ia tidak memberikan jadwal kepada murid-muridnya. Sebab apa yang Pak Guru Avan lakukan, selain karena sarana yang terbatas, juga untuk membuat para muridnya tidak ‘keluyuran’ ke mana-mana. “Kalau saya kasi jadwal, khawatirnya mereka tidak keluar rumah saat ada jadwal saja,” tambah dia.
Meski harus menempuh jarak puluhan kilometer dari tempat tinggalnya ke Batuputih, Pak Guru Avan tetap mengaku senang. Apalagi respons murid-muridnya juga senang saat didatangi ke rumahnya.
“Guru yang lain, termasuk kepala sekolah, juga pernah ikut meski hanya ke satu lokasi. Tapi paling tidak, saya mendapat support dari mereka,” ungkapnya, saat ditanya apakah tidak mencoba mengajak guru lainnya untuk melakukan hal yang sama. FATHOL ALIF/VEM