BANGKALAN, koranmadura.com – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dispernaker) Bangkalan, Madura, Jawa Timur mendapatkan program kartu pra kerja dari pemerintah pusat. Hal tersebut bertujuan, agar bisa mengurangi jumlah pengangguran yang ada di kabupaten paling barat Pulau Madura.
Namun sayangnya, program pra kerja di Bangkalan hingga saat belum bisa direalisasikan, walaupun pemerintah pusat sudah merencanakan pada tanggal 01 April 2020 kemarin.
Menanggapi hal tersebut, kepala Dispernaker Bangkalan, Tamar Djaja mengatakan penyebab belum terlaksananya program tersebut, karena belum ada kejelasan terkait petugas pendamping.
“Nanti ada petugas yang ditunjuk oleh kementrian dalam pelaksanaan program pra kerja. Tapi sampai saat ini kami belum menerima surat perintahnya secara resmi,” kata Tamar sapaan akrabnya, Selasa 7 April 2020.
Sementara tugas pendamping, lanjut Tamar, selain mengawasi dalam pelaksanaan program pra kerja, ia juga memiliki kewajiban untuk melakukan pendataan terkait warga yang membutuhkan program tersebut.
“Dalam melakukan pendataan itu tugasnya dari pendamping, nanti akan dicacah berapa yang membutuhkan dalam program pra kerja itu,” katanya.
Di tanya jumlah yang dialokasikan, Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Ketenagakerjaan, Hariyani menyampaikan Menteri Tenaga Kerja telah menggelontorkan 500.000 kartu pra kerja ke seluruh Indonesia. Sementara di Bangkalan ini, masih belum bisa dipastikan, karena masih disesuaikan dengan kebutuhan.
“Nanti ada pendamping yang akan mencacah. Baru nanti ketahuan, berapa kartu pra kerja yang dibutuhkan di Bangkalan ini. Pelaksanannya disesuaikan dengan kebutuhan,” tutupnya. (MAHMUD/DIK)
Baca: Pemegang Kartu Pra Kerja Akan Mendapat Insentif, Tapi ..